WHO Desak China Terbuka Soal Asal-Usul COVID-19
Senin, 14 Juni 2021 - 00:15 WIB
loading...
A
A
A
Percakapan telepon antara Yang, direktur Kantor Komisi Luar Negeri, dan Blinken menandai pertama kalinya keduanya berbicara sejak pertemuan tatap muka pada bulan Maret di Alaska. Pembicaraan terakhir itu secara luas ditandai sebagai perdebatan, karena kedua diplomat itu secara terbuka mengkritik kebijakan dari negara masing-masing.
Pada hari Jumat, Yang mengatakan negaranya khawatir tentang orang-orang di AS yang menyebarkan kisah tidak masuk akal bahwa virus Corona lolos dari laboratorium Wuhan. Banyak anggota parlemen Amerika mengatakan bahwa kebocoran virus dari laboratorium China cukup masuk akal untuk memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
"Kami mendesak Amerika Serikat untuk menghormati fakta dan sains, menahan diri dari mempolitisasi masalah ini...melawan pandemi," ujar Yang seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (12/6/2021).
Baca juga: China: Klaim COVID-19 dari Lab Sama Halnya Menuduh Irak Miliki Senjata Pemusnah Massal
Menurut laporan surat kabar pemerintah China, Global Times, Yang mencatat bahwa China tidak ingin hubungan buruk dengan AS, tetapi dia ingin kedaulatan China diakui oleh AS. Agar ini terjadi, AS harus mematuhi prinsip satu-China.
Pada hari Jumat, Yang mengatakan negaranya khawatir tentang orang-orang di AS yang menyebarkan kisah tidak masuk akal bahwa virus Corona lolos dari laboratorium Wuhan. Banyak anggota parlemen Amerika mengatakan bahwa kebocoran virus dari laboratorium China cukup masuk akal untuk memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
"Kami mendesak Amerika Serikat untuk menghormati fakta dan sains, menahan diri dari mempolitisasi masalah ini...melawan pandemi," ujar Yang seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (12/6/2021).
Baca juga: China: Klaim COVID-19 dari Lab Sama Halnya Menuduh Irak Miliki Senjata Pemusnah Massal
Menurut laporan surat kabar pemerintah China, Global Times, Yang mencatat bahwa China tidak ingin hubungan buruk dengan AS, tetapi dia ingin kedaulatan China diakui oleh AS. Agar ini terjadi, AS harus mematuhi prinsip satu-China.
Lihat Juga :