Huawei Resmikan Pusat Keamanan Siber dan Perlindungan Privasi Global di China
Kamis, 10 Juni 2021 - 13:01 WIB
loading...
Ilustrasi logo Huawei. FOTO/ IST
A
A
A
DONGGUAN - Huawei resmi membuka pusat transparansi keamanan siber global dan perlindungan privasi atau Global Cyber Security and Privacy Protection Transparency Center terbesarnya di China.
Pembukaan sarana tersebut dihadiri oleh perwakilan dari GSMA, SUSE, British Standards Institution, serta regulator dari Uni Emirat Arab dan Indonesia.
“Keamanan siber menjadi salah satu hal yang sangat penting saat ini,” kata Ken Hu, Rotating Chairman Huawei, di acara pembukaan di Dongguan Center.
BACA JUGA - Dilapisi Emas Murni, Kitab Yahudi dan Ilmuwan Yakin Kuil Suci Sulaiman Ada di Yerusalem
“Ibarat sebuah industri, kita harus saling bekerja sama, berbagi praktik-praktik terbaik, dan membangun kemampuan kolektif dengan pemerintahan, pemangku standar, teknologi dan verifikasi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, berharap bahwa ini akan memfasilitasi dan mewujudkan strategi, praktik-praktik dan komunikasi yang diperlukan untuk ekosistem keamanan siber.
Ruang siber telah menjadi domain yang sangat strategis sebagai center of gravity, yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan.
"Tantangannya adalah bagaimana kita mampu menjaga dan memanfaatkan ruang siber untuk meningkatkan kesejahteraan nasional dan menjaga perdamaian di kawasan regional dan global," kata Hinsa.
Pembukaan sarana tersebut dihadiri oleh perwakilan dari GSMA, SUSE, British Standards Institution, serta regulator dari Uni Emirat Arab dan Indonesia.
“Keamanan siber menjadi salah satu hal yang sangat penting saat ini,” kata Ken Hu, Rotating Chairman Huawei, di acara pembukaan di Dongguan Center.
BACA JUGA - Dilapisi Emas Murni, Kitab Yahudi dan Ilmuwan Yakin Kuil Suci Sulaiman Ada di Yerusalem
“Ibarat sebuah industri, kita harus saling bekerja sama, berbagi praktik-praktik terbaik, dan membangun kemampuan kolektif dengan pemerintahan, pemangku standar, teknologi dan verifikasi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, berharap bahwa ini akan memfasilitasi dan mewujudkan strategi, praktik-praktik dan komunikasi yang diperlukan untuk ekosistem keamanan siber.
Ruang siber telah menjadi domain yang sangat strategis sebagai center of gravity, yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan.
"Tantangannya adalah bagaimana kita mampu menjaga dan memanfaatkan ruang siber untuk meningkatkan kesejahteraan nasional dan menjaga perdamaian di kawasan regional dan global," kata Hinsa.
Lihat Juga :