Luncurkan Aset Kripto, Treasury Terapkan Konsep Keseimbangan Keuangan
Kamis, 03 Juni 2021 - 12:10 WIB
loading...
Treasury menggandeng salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, Tokocrypto yang sudah memiliki izin BAPPEBTI. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Minat masyarakat Indonesia terhadap aset digital mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, hal ini terlihat dari jumlah investor dan volume transaksi yang melonjak secara eksponensial. Tingginya minat masyarakat terhadap aset digital , perlu diiringi dengan edukasi yang menyeluruh terhadap potensi dan resiko yang mungkin ditimbulkan.
Karenanya, Treasury mendorong penerapan konsep Keseimbangan Keuangan dalam bertransaksi aset digital, bersamaan dengan peluncuran Aset Kripto di platform Treasury, yang bisa menjadi alternatif simpanan bersama Emas Fisik Digital dalam satu aplikasi. Treasury menggandeng salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, Tokocrypto yang sudah memiliki izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).
BACA JUGA - Riset Pangan PBB Diakui Tokoh Besar Yahudi Petunjuk Hadirnya Mesias
“Kami percaya bahwa edukasi mengenai aset kripto sangat penting, terutama di tengah antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap aset ini. Melalui konsep Keseimbangan Keuangan, kami ingin mengajak masyarakat untuk menggunakan “dana menganggur”, misalnya uang jajan atau rekreasi, bukan dana kebutuhan sehari-hari atau dana untuk tujuan keuangan dasar, seperti Dana Darurat atau mungkin Dana Pendidikan. Serta, mempersiapkan diri terhadap berbagai hal yang mungkin terjadi, karena pada dasarnya setiap aset memiliki potensi keuntungan dan kemungkinan kehilangan, seperti aset kripto. Kami berkomitmen melakukan edukasi mengenai Keseimbangan Keuangan secara berkelanjutan, bersama Master Financial Planner, Safir Senduk,” ujar Dian Supolo, Co-Founder & CEO Treasurydalam keterangan persnya secar virtualKamis (3/6/2021).
“Konsep Keseimbangan Keuangan dalam melakukan diversifikasi aset merupakan prinsip dasar dalam mengelola keuangan, yang perlu dipersonalisasi sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko setiap pengguna. Hal ini yang membuat saya sangat bersemangat untuk menyambut kolaborasi bersama Treasury, karena sangat jarang ada brand atau perusahaan yang berkomitmen untuk memberikan edukasi secara terus-menerus terkait potensi dan risiko dalam bertransaksi di platform perusahaan tersebut,” Master Financial Planner, Safir Senduk mengungkapkan.
Karenanya, Treasury mendorong penerapan konsep Keseimbangan Keuangan dalam bertransaksi aset digital, bersamaan dengan peluncuran Aset Kripto di platform Treasury, yang bisa menjadi alternatif simpanan bersama Emas Fisik Digital dalam satu aplikasi. Treasury menggandeng salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, Tokocrypto yang sudah memiliki izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).
BACA JUGA - Riset Pangan PBB Diakui Tokoh Besar Yahudi Petunjuk Hadirnya Mesias
“Kami percaya bahwa edukasi mengenai aset kripto sangat penting, terutama di tengah antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap aset ini. Melalui konsep Keseimbangan Keuangan, kami ingin mengajak masyarakat untuk menggunakan “dana menganggur”, misalnya uang jajan atau rekreasi, bukan dana kebutuhan sehari-hari atau dana untuk tujuan keuangan dasar, seperti Dana Darurat atau mungkin Dana Pendidikan. Serta, mempersiapkan diri terhadap berbagai hal yang mungkin terjadi, karena pada dasarnya setiap aset memiliki potensi keuntungan dan kemungkinan kehilangan, seperti aset kripto. Kami berkomitmen melakukan edukasi mengenai Keseimbangan Keuangan secara berkelanjutan, bersama Master Financial Planner, Safir Senduk,” ujar Dian Supolo, Co-Founder & CEO Treasurydalam keterangan persnya secar virtualKamis (3/6/2021).
“Konsep Keseimbangan Keuangan dalam melakukan diversifikasi aset merupakan prinsip dasar dalam mengelola keuangan, yang perlu dipersonalisasi sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko setiap pengguna. Hal ini yang membuat saya sangat bersemangat untuk menyambut kolaborasi bersama Treasury, karena sangat jarang ada brand atau perusahaan yang berkomitmen untuk memberikan edukasi secara terus-menerus terkait potensi dan risiko dalam bertransaksi di platform perusahaan tersebut,” Master Financial Planner, Safir Senduk mengungkapkan.
Lihat Juga :