LAPAN Keluhkan Kondisi di Area Observatorium di Kupang

Kamis, 20 Mei 2021 - 07:16 WIB
loading...
LAPAN Keluhkan Kondisi...
ilustrasi Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional . FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN ) Thomas Djamaluddin, mengatakan, sampai saat ini pembangunan untuk observatorium nasional (obnas) di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung.

Kendati demikian, untuk material kubahnya, Thomas mengaku memang belum terpasang karena masih tertahan di Kupang akibat kondisi jalanan yang tidak memadai.

BACA JUGA - Ilmuwan Islam Yakin Unta Jawaban untuk Mengakhiri Covid-19

"Pemprov NTT sudah memperbaiki sebagian ruas jalan. KemPUPR saat ini sedang menyelesaikan ruas jalan selebihnya sampai lokasi. Diharapkan sebentar lagi jalan beres," ujar Thomas dalam pesan singkat kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (19/5/2021).

Setelah masalah jalan beres, material kubah akan segera dikirim ke lokasi untuk kemudian dipasang. Selanjutnya teleskop akan dikirim dari Jepang dan dipasang di dalam kubah.

"Semoga semuanya sesuai target," ucapnya.

Sementara, Koordinator Bidang Humas LAPAN, Jasyanto,menyatakan gedung fasilitas teleskop utama tempat observatorium kini sudah hampir jadi, sekitar 90%.

Hingga saat ini, pihaknya sedang mengejar pembangunan teleskop serta gedung fasilitas pendukung lainnya. LAPAN, kata Jasyanto, akan berfokus pada pembangunan fasilitas penelitian observaturium nasional, seperti teleskop.

"LAPAN khususnya terkait dengan fasilitas penelitian obnasnya teleskop dan lain lain. Tapi nanti kedepannya tentu juga ada pembangunan untuk fasilitas umum ya," tuturnya ketika dihubungi terpisah.

Diketahui, LAPAN menargetkan pembangunan obsnas terbesar se Asia Tenggara itu akan rampung pada 2021.

Wilayah Gunung Timau dipilih menjadi lokasi pembangunan observatorium karena diperlukan area bebas polusi cahaya dan udara.

Dengan keberadaan observatorium nasional di Kupang, diharapkan wilayah itu menjadi tempat wisata langit yang tentunya akan meningkatkan ekonomi di daerah sekitar.

Observatorium itu akan dilengkapi teleskop 380 cm yang relatif besar untuk wilayah Asia-Pasifik dan sangat bermanfaat untuk penelitian keantariksaan.

Observatorium di Gunung Timau menjadi Taman Nasional Langit Gelap pertama di Indonesia, sekaligus observatorium terbesar di Asia Tenggara. Saat rampung, observatorium di Gunung Timau juga bakal memajang teleskop terbesar di Asia Tenggara.

Kalau sekarang Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, sudah "dikepung" oleh permukiman, maka tidak dengan Observatorium ini. Karena lokasinya berada di tengah hutan lindung, tak boleh ada bangunan lain di sekitar observatorium yang bisa menimbulkan polusi cahaya dan polusi udara.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Rekomendasi
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Kekayaan Laut Indonesia...
Kekayaan Laut Indonesia Diminta Dikelola dengan Inovasi Sains
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved