Pakar Ungkap Data Curian dari KPU Bisa Buat Cari Utangan Online
Jum'at, 22 Mei 2020 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kita tentu khawatir, setiap gelaran Pemilu dan Pilkada KPU selalu mendapat ancaman untuk diretas. Bagi Dukcapil ini harus menjadi catatan penting untuk waspada, jangan sampai sistem ditembus dan peretas bisa memodifikasi sesuka mereka," tegas Pratama.
Ia melihat kemungkinan data yang disebar memang sebelumnya sudah ada di publik. Karena data pemilu 2014 sudah lama tersebar di forum internet. Seluruh data DPT ternyata juga di share ke beberapa stakeholder KPU.
"Tetapi kalau melihat isi folder DPT DIY yang ikut dipublish, sepertinya ada kemungkinan memang si peretas bisa masuk ke sistem IT KPU atau sistem IT stakeholder KPU yang juga memiliki data ini," imbuhnya.
Ia pun mengimbau harus segera dilakukan audit keamanan informasi dan forensik digital ke sistem IT KPU untuk menemukan sebab dan celah kebocoran sistem. Jika pelaku bisa masuk ke server KPU, ada kemungkinan tidak hanya DPT yang diambil, tapi juga bisa mengakses hasil perhitungan cepat.
"Secara teknis kalau peretas bisa mencuri data, ada kemungkinan juga bisa mengubahnya. Sangat berbahaya sekali apabila hasil pemungutan suara Pemilu diubah angkanya," pungkasnya.
Ia melihat kemungkinan data yang disebar memang sebelumnya sudah ada di publik. Karena data pemilu 2014 sudah lama tersebar di forum internet. Seluruh data DPT ternyata juga di share ke beberapa stakeholder KPU.
"Tetapi kalau melihat isi folder DPT DIY yang ikut dipublish, sepertinya ada kemungkinan memang si peretas bisa masuk ke sistem IT KPU atau sistem IT stakeholder KPU yang juga memiliki data ini," imbuhnya.
Ia pun mengimbau harus segera dilakukan audit keamanan informasi dan forensik digital ke sistem IT KPU untuk menemukan sebab dan celah kebocoran sistem. Jika pelaku bisa masuk ke server KPU, ada kemungkinan tidak hanya DPT yang diambil, tapi juga bisa mengakses hasil perhitungan cepat.
"Secara teknis kalau peretas bisa mencuri data, ada kemungkinan juga bisa mengubahnya. Sangat berbahaya sekali apabila hasil pemungutan suara Pemilu diubah angkanya," pungkasnya.
(wbs)
Lihat Juga :