Jaga Kesehatan Mental, Kampanye Senyaman di Rumah Digaungkan
Senin, 03 Mei 2021 - 07:37 WIB
loading...
Kiri-Kanan: 1. Junius Irtanto, Head of Customer Excellence Rukita 2. Tara de Thouars, Psikolog Klinis RSJ Sanatorium Dharmawangsa 3. Thomas, Head of Sales Rukita 4. Erlangga Wisnuaji, Moderator
A
A
A
JAKARTA - Rukita, perusahaan coliving dengan pertumbuhan paling pesat di Indonesia, resmi memperkenalkan kampanye terbarunya yang bertajuk “Senyaman di Rumah”.
Kampanye ini secara khusus dirancang sebagai respons atas persoalan kesehatan mental yang marak terjadi di masa pandemi yang belum berakhir di Indonesia.
Berdasarkan survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap 130 negara terkait kondisi dunia yang saat ini tengah mengalami pandemi COVID-19, sebagian besar negara melaporkan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental.
Dengan kata lain, COVID-19 ternyata berdampak pada kesehatan mental. WHO, menyebutkan ada sejumlah faktor yang bisa memicu gangguan kesehatan mental, mulai dari kepedihan, isolasi, hingga kehilangan pendapatan dan ketakutan yang muncul akibat pandemi.
Psikolog klinis Tara de Thouars mengatakan, “Mengutip pernyataan WHO, salah satu penyebab masalah kesehatan mental yaitu isolasi di mana semenjak pandemi ruang gerak kita menjadi terbatas.
Kampanye ini secara khusus dirancang sebagai respons atas persoalan kesehatan mental yang marak terjadi di masa pandemi yang belum berakhir di Indonesia.
Berdasarkan survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap 130 negara terkait kondisi dunia yang saat ini tengah mengalami pandemi COVID-19, sebagian besar negara melaporkan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental.
Dengan kata lain, COVID-19 ternyata berdampak pada kesehatan mental. WHO, menyebutkan ada sejumlah faktor yang bisa memicu gangguan kesehatan mental, mulai dari kepedihan, isolasi, hingga kehilangan pendapatan dan ketakutan yang muncul akibat pandemi.
Psikolog klinis Tara de Thouars mengatakan, “Mengutip pernyataan WHO, salah satu penyebab masalah kesehatan mental yaitu isolasi di mana semenjak pandemi ruang gerak kita menjadi terbatas.
Lihat Juga :