Semakin Canggih, PostgreSQL Usik Pasar Software Database Berbayar

Minggu, 25 April 2021 - 23:11 WIB
loading...
Semakin Canggih, PostgreSQL...
Pengguna Software yang semakin banyak dan semakin canggih membuat perusahaan teknologi menyiapkan teknologi terbarunya. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Banyak perusahaan kini mengandalkan software Open Source seperti PostgreSQL, hingga mengusik nama besar di pasar software database berbayar. Mau tidak mau, mereka merangkul sistem Open Source agar kompatibel dengan layanannya.

Seiring kian canggih dan semakin banyak pengguna software database berbasis Open Source, nama-nama besar di pasar ini mulai memperhitungkan eksistensi software tersebut. Bahkan, mereka berupaya mengakomodir kemudahan integrasi software mereka dengan Open Source. BACA JUGA - Selain Makhluk seperti Laba-Laba, Mars Diyakini Dihuni Malaikat

Julyanto Sutandang, CEO Equnix Business Solutions, perusahaan penyedia solusi teknologi informasi di Asia Tenggara salah satunya PostgreSQL, menjelaskan bahwa kini banyak perusahaan besar telah banyak mengadopsi aplikasi berbasiskan Open Source, alih alih menggunakan yang proprietary. Hal ini dipicu salah satunya karena mulai banyak kesadaran perusahaan tersebut akan bahayanya Vendor Lock-in.

"Dalam mengimplementasikan teknologi berbasis Open Source tersebut, khususnya untuk Database Transactional, banyak industri menggunakan PostgreSQL. PostgreSQL mampu menangani transaksi dalam jumlah besar secara bersamaan (high concurrency and high performance transaction system), memiliki fitur fitur enterprise yang sangat dibutuhkan Industri seperti Parallel Query, Json Search and Index, mengakses database asing (Foreign Database), High Availability, Load Balancing, dan masih banyak lagi," kata Julyanto.

Di sektor perbankan misalnya, tuntutan efisiensi dan intensitas persaingan yang semakin meningkat menyebabkan lembaga keuangan terus bergerak ke arah transformasi digital. Beberapa bank menginvestasikan dana mereka untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menggunakan Open Source. Tren global juga menunjukan bahwa perusahaan kelas dunia memanfaatkan Open Source PostgreSQL untuk sistem data base-nya.

Indikator lain bahwa kekuatan Open Source semakin diperhitungkan adalah ketika software berbayar semakin terbuka untuk terintegrasi dengan Open Source. Sebut saja kehadiran software GoldenGate milik Oracle sebagai salah satu contohnya.

PostgreSQL tentu saja jadi incaran raksasa manufacture software, mengingat PostgreSQL merupakan RDBMS Open Source tercanggih di dunia, sudah banyak dipergunakan dikalangan industri bisnis terkemuka seperti perbankan dan telekomunikasi. PostgreSQL dikembangkan lebih dari 30 tahun oleh komunitas global yang terdiri dari ribuan pengguna, kontributor, perusahaan, dan organisasi. Sehingga tidak heran apabila banyak perusahaan berpindah ke PostgreSQL karena berbagai keunggulan yang ditawarkan seperti fitur berkelas Enterprise, integritas data yang mumpuni, serta memiliki kinerja tinggi dalam mengolah data transaksi yang masif.

Barangkali itulah yang mengusik perusahaan software manajemen database berbayar, sehingga mau tidak mau harus merangkul PostgreSQL untuk terintegrasi, bahkan kompatibel dan berjalan di layanan mereka.

Menurut Julyanto, penggunaan PostgreSQL lebih andal, stabilitas tinggi berkat arsitektur enterprise yang sudah teruji dalam industri, memiliki economic scale yang tinggi, tidak hanya dari biaya akuisisi dan operasi saja, namun juga Total Cost of Ownership (TCO) secara keseluruhan, termasuk hilangnya kerumitan perawatan, resiko support yang tidak memiliki kompetensi (PostgreSQL didukung secara profesional serta memiliki dukungan sumber daya ahli yang teruji), dan resiko lainnya yang dapat berakibat pada resiko bisnis.

Di luar semua keunggulan itu, yang jauh tak kalah pentingnya dari penggunaan software Open Source menurut Julyanto adalah kemandirian. Ia mengatakan, dengan menggunakan Open Source, kitalah pemilik dari software tersebut, tidak ada ketergantungan terhadap entitas lain, tidak ada paksaan maupun kepasrahan karena tidak memiliki pilihan.

"Dengan kata lain, software Open Source telah memberikan kebebasan, pilihan, keterbukaan, kemerdekaan, tanpa ada ketergantungan terhadap vendor. Apalagi, saat ini Open Source mulai banyak menjadi solusi alternatif di banyak infrastruktur teknologi informasi dan memberikan penghematan biaya lebih baik, secara terhitung maupun yang tidak terhitung," tandasnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SUSECON 2026, SUSE Perkuat...
SUSECON 2026, SUSE Perkuat Penawaran Open Source dan Inovasi Produk Berbasis Agen
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
China Curigai Proses...
China Curigai Proses Pembelian Manus oleh Meta
Cloudflare Ungkap Tren...
Cloudflare Ungkap Tren Penggunaan Internet 2025 Naik 19%
Legal Tech, Teknologi...
Legal Tech, Teknologi Kantor Hukum Jadi Tren di Indonesia
Strategi Digital Marketing...
Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Keuntungan dan Otoritas Pasar Bisnis
Iran Pulihkan Akses...
Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi
Aksi Cepat Guru di Limapuluh...
Aksi Cepat Guru di Limapuluh Kota: TKA Digelar di Bukit demi Sinyal Internet
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Rekomendasi
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved