Video Anda Dihapus YouTube? Salahkan Machine Learning dan 20 Ribu Human Reviewers

Senin, 12 April 2021 - 07:52 WIB
loading...
Video Anda Dihapus YouTube?...
YouTube tetap menggunakan human reviewers atau manusia sebagai hakim yang menentukan sebuah konten layak atau tidak. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Akhir pekan lalu Deddy Corbuzier lewat akun Instagram @Mastercorbuzier protes lantaran video podcastnya bersama Kementrian Kesehatan RI tiba-tiba di take down atau dihapus oleh YouTube. ”Ini lucu sekali,” protes Deddy.

Ia merasa tidak ada yang salah dengan video tersebut. Tapi, kenapa harus di take down? Apa yang salah? Dimana letak kesalahannya? Dan siapa yang menentukan video tersebut harus dihapus atau tidak? Siapa “pengadil” di YouTube?

BACA JUGA: Panduan Evakuasi Gempa dalam Situasi Covid-19, Tetap Pakai Masker dan Jaga Jarak!

Sebagai sebuah platform, YouTube merasa harus menjaga konten di dalamnya terhindar dari konten yang tidak pantas. Mulai SARA, pornografi, terorisme, hingga provokasi. Itu sudah dituangkan dalam aturan Kebijakan dan Keamanan mereka.

Tapi, siapa yang menentukan sebuah video dianggap melanggar atau tidak? Siapa yang menjadi “hakim”nya?

1. Laporan Pengguna
Jennifer Flannery O'Connor, Director, YouTube Trust & Safety mengatakan, cara pertama YouTube mengidentifikasi konten tidak pantas fitur laporan sesama pengguna. Jika pengguna merasa sebuah konten tidak pantas, mereka bisa melaporkannya dengan klik tombol bendera/flag.

2. Machine Learning
Namun, laporan pengguna dianggap tidak efektif dan tidak mampu mengimbangi kecepatan jumlah konten yang diunggah di YouTube. Karena itu, sejak 2017 mereka mengimplementasikan machine learning yang tidak hanya semakin pintar mempelajari konten yang tidak pantas, juga bekerja sangat cepat. ”Dengan machine learning kami bisa mendeteksi konten dengan cepat dan skala besar,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Fitur Pengatur Waktu...
Fitur Pengatur Waktu Baru YouTube Bantu Mengurangi Kecanduan Shorts
Peringatan Keras Komdigi:...
Peringatan Keras Komdigi: Meta Menyerah pada PP TUNAS, Komdigi Siapkan Algojo untuk Google
Piala Dunia 2026 Akan...
Piala Dunia 2026 Akan Disiarkan secara Gratis di YouTube
Iran Siap Serang Google,...
Iran Siap Serang Google, YouTube, dan Microsoft
YouTube Kehilangan Sumber...
YouTube Kehilangan Sumber Penghidupannya karena Iklan 5 Detik
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Rekomendasi
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved