Baru Pertama Terjadi, BMKG: Pusaran Angin Siklon Seroja di NTT 85 Km/Jam
Kamis, 08 April 2021 - 20:02 WIB
loading...
BMKG menyebut peristiwa badai siklon tropis Seroja di Nusa Tengara Timur (NTT) baru pertama kali badai sampai ke daratan. Foto/Citra Satelit BMKG
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut peristiwa badai siklon tropis Seroja di Nusa Tengara Timur (NTT) baru pertama kali badai sampai ke daratan. Daya rusaknya juga cukup tinggi karena pusaran angin mencapai 85 kilometer per jam.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, biasanya badai siklon di Indonesia tidak sampai ke daratan. Namun dalam pristiwa di NTT, badai siklon Seroja sampai ke daratan dengan kekuatan angin yang sangat tinggi. "Bayangkan (kecepatan) pusarannya 85 km per jam," terangnya lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden.
BACA: Siklon Seroja Mulai Menjauh tapi Gelombang Masih 4 Meter di NTT
Peristiwa ini, lanjut, Dwikorita, baru pertama kali terjadi di Indonesia dimana badai siklon masuk ke daratan. Sebelumnya, BMKG juga mencatat badai kuat lainnya yakni siklon Cempaka. Namun Siklon Cempaka hanya terjadi di perairan.
Sedangkan siklon Seroja benar-benar sangat dahsyat. Ketika badai berkembang, dampaknya sudah mengenai pulau sehingga daya rusaknya begitu dahsyat. "Ini baru pertama kali terjadi di Indonesia," urainya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, biasanya badai siklon di Indonesia tidak sampai ke daratan. Namun dalam pristiwa di NTT, badai siklon Seroja sampai ke daratan dengan kekuatan angin yang sangat tinggi. "Bayangkan (kecepatan) pusarannya 85 km per jam," terangnya lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden.
BACA: Siklon Seroja Mulai Menjauh tapi Gelombang Masih 4 Meter di NTT
Peristiwa ini, lanjut, Dwikorita, baru pertama kali terjadi di Indonesia dimana badai siklon masuk ke daratan. Sebelumnya, BMKG juga mencatat badai kuat lainnya yakni siklon Cempaka. Namun Siklon Cempaka hanya terjadi di perairan.
Sedangkan siklon Seroja benar-benar sangat dahsyat. Ketika badai berkembang, dampaknya sudah mengenai pulau sehingga daya rusaknya begitu dahsyat. "Ini baru pertama kali terjadi di Indonesia," urainya.
Lihat Juga :