Toko Aplikasi Huawei dan Xiaomi Kompak 'Tendang' Nike dan Adidas di China

Selasa, 30 Maret 2021 - 13:55 WIB
loading...
Toko Aplikasi Huawei dan Xiaomi Kompak Tendang Nike dan Adidas di China
Seorang juru bicara dari Xiaomi mengonfirmasi aplikasi Nike dan Adidas, serta iklan mereka, telah dihapus dari toko aplikasi Xiaomi. Foto/Ist
BEIJING - Aplikasi Nike dan Adidas dilaporkan hilang di toko aplikasi di China, termasuk yang ada di ponsel Huawei dan Xiaomi. Baca juga: Genosida Etnis Uighur Dinilai Tragedi Kemanusiaan Tersadis Abad Ini

Rupanya kedua aplikasi merek olahraga tersebut hilang setelah mereka menimbulkan kontroversi. Ya, mereka membuat pernyataan yang mendiskriminasi material kapas yang diproduksi di Daerah Otonomi Xinjiang Uygur , China.

Mengutip laman Global Times, Selasa (30/3/2021), seorang juru bicara dari Xiaomi mengonfirmasi aplikasi Nike dan Adidas, serta iklan mereka, telah dihapus dari toko aplikasi Xiaomi. Namun juru bicara tersebut menolak untuk membahas alasannya.

Aplikasi Nike dan Adidas juga dihapus dari toko aplikasi di ponsel Huawei, Oppo, dan vivo, yang semuanya merupakan merek ponsel China.

Sementara itu, menurut analis teknologi independen, Liu Dinding, penghapusan aplikasi kemungkinan besar mencerminkan pandangan toko aplikasi bahwa dengan mendiskriminasi kapas Xinjiang, merek tersebut melanggar kepentingan pelanggan dan melanggar perjanjian dengan toko aplikasi.



"Aplikasi hanya akan memenuhi syarat untuk diluncurkan kembali di toko aplikasi saat masalah tersebut ditangani," kata Liu.

Selain Nike dan Adidas, merek H&M juga melakukan langkah serupa. Pekan lalu H&M menyatakan tidak lagi memakai material kapas dari Xianjiang.

H&M menerapkan kebijakan tersebut sebagai bentuk prihatin terhadap dugaan adanya kerja paksa yang terjadi di Xianjiang. Tak butuh waktu lama, kritik tersebut langsung memicu amarah warga setempat.

Merek-merek tersebut kemudian terjebak dalam reaksi balik di media sosial, di mana masyarakat China telah berjanji untuk memboikot Adidas dan Nike serta mendukung merek-merek lokal.

Adidas yang berbasis di Jerman, merupakan salah satu merek pakaian asing paling populer di China. Akibat blunder tersebut, Adidas mengalami penurunan harga saham lebih dari 6%.



Menurut laporan media setempat, kapitalisasi pasar Adidas -bersama dengan Nike yang berbasis di AS- turun lebih dari USD10,47 miliar. Baca juga: Tembak Petugas Jaga, Perampok Gasak Rp300 Juta di Bank Wilayah Tangerang
(iqb)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE