Kominfo dan Kemendikbud Imbau Warganet Lebih Santun dan Jaga Akhlak di Medsos

Senin, 29 Maret 2021 - 18:44 WIB
loading...
Kominfo dan Kemendikbud Imbau Warganet Lebih Santun dan Jaga Akhlak di Medsos
Di era disinformasi seperti sekarang banyak terjadi dampak negatif dari informasi digital seperti berita bohong yang menyesatkan. Foto: ist
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) lewat Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan webinar digital skills bertajuk “Menjadi Pengguna Media Sosial Yang Bijak, Kreatif & Inovatif”.

Dalam agenda tersebut, Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pengerapan, menyampaikan pesan bahwa salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya agenda transformasi digital adalah menciptakan masyarakat digital, di mana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya.

BACA JUGA: Mi Robot dan Vacuum Cleaner, Teknologi AIoT Canggih Xiaomi untuk Bebersih Rumah

“Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, literasi digital merupakan kunci dan pondasi utama yang harus kita semua miliki. Pemerintah akan terus melakukan upaya meningkatkan literasi digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan,” jelasnya.

Sementara, Widyaprada Ahli Utama Kemendikbud Hurip Danu Ismadi, mengatakan jika penggunaan media sosial harus disikapi dengan bijaksana, kreatif, dan inovatif.



Terutama di dalam era disinformasi seperti sekarang di mana banyak terjadi dampak negatif dari informasi digital seperti berita bohong yang menyesatkan, ujaran kebencian, dan lain sebagainya.

Hurip kemudian berpendapat bahwa ke depannya diperlukan identitas baru yang menguatkan karakter orang-orang kita.

“Di dalam abad ke 21 ini yang kita butuhkan ada tiga hal, yang pertama tentu karakter yang harus dibangun secara kuat, yang kedua adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh anak-anak kita yang mencerminkan karakter bangsa kita, dan yang ketiga adalah pengembangan literasi agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hurip.

Di kesempatan yang sama, Enda Nasution juga menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk bijak dan santun dalam bermedia sosial adalah dari segi pendidikan.

Menurut Enda, hampir 200 juta pengguna internet di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam perilaku, latar belakang, dan lokasi, sehingga sangat mungkin dan tidak mengherankan jika terjadi kesalahpahaman atau konflik horizontal terjadisaat bertemu di satu tempat atau platform.



“Dengan jumlah pengguna yang makin besar ini tentunya cara kita bernavigasi di dunia maya sangatlah penting agar tidak menimbulkan masalah terutama dari sisi pendidikan,” tutur Enda.

BACA JUGA: Tips Foto Bawah Air Menggunakan Kamera 64 MP Samsung Galaxy A72

Menurutnya, saat ini tenaga pendidik dan peserta didik harus melakukan kegiatan secara daring artinya yang dulu tidak terbiasa, kini harus mulai menyesuaikan.

Adapun menurut Enda, solusi terbaik yang bisa dilakukan secara pribadi dan non-pribadi adalah dengan meningkatkan pemahaman akan ber-social media, lebih aware dengan apa yang terjadi, memiliki empati lebih terhadap apa yang disampaikan pada social media, dan menahan diri untuk tidak menyerang.
(dan)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE