Terinfeksi Virus, Ribuan Burung di California Mendadak Mati

Jum'at, 19 Maret 2021 - 12:20 WIB
loading...
Terinfeksi Virus, Ribuan...
Pinus siskin (Spinus pinus) adalah spesies finch yang paling terkena dampak wabah di California. Foto/dok
A A A
CALIFORNIA - Ribuan burung di beberapa wilayah di California dan Pacific Northwest ditemukan sekarat dan mati di tempat makanan burung yang biasa disediakan warga. Berdasarkan penelitian, burung-burung tersebut terinfeksi virus yang tersebar melalui burung yang sakit dan menulari di sekitar tempat makanan tersebut.

Departemen Ikan dan Margasatwa California (CDFW) dan pusat rehabilitasi satwa liar begitu sibuk menerima laporan warga soal kematian burung di tempat makan burung mereka. Penyelidikan atas kematian tersebut mengungkapkan bahwa mereka terinfeksi oleh bakteri Salmonella. (Baca: Norovirus Menyebar dengan Mudah Lewat Makanan)

Dilansir Live Science , Burung kutilang yang terkontaminasi kotoran dari burung yang terinfeksi dapat tertular penyakit. Semakin banyak burung berkumpul di area seperti tempat makan burung atau tempat mandi burung, risiko infeksi meningkat.

Hampir semua wabah tahun ini dilaporkan di tempat-tempat yang memiliki tempat makan burung. "Sebagian besar burung mati dalam satu hari setelah terinfeksi," kata Krysta Rogers, spesialis penyakit unggas dari CDFW. (Baca juga: Pindahkan Badak dengan Cara Digantung di Helikopter, Ini Penjelasan Peneliti)

Menurut Pusat Penyelamatan Burung Sonoma County, burung yang terinfeksi terlihat lemah, perut gembung dengan mata tertutup sebagian (dan terkadang dengan mata bengkak, merah atau iritasi). "Salmonellosis terjadi secara berkala, namun wabah tahun ini sangat buruk," katanya.

Cara terbaik untuk menghentikan penyebaran virus ini adalah dengan menghilangkan tempat mandi dan tempat makan burung. Ini bertujuan agar burung dapat menyebar dan memakan tumbuh-tumbuhan alami. (Baca juga: Ajaib, Kotak Emas Ini Akan Menghasilkan Oksigen di Mars)

Tetapi wabah tidak hanya terjadi di California, unggas yang mati dan sakit juga muncul di Pacific Northwest. Departemen Ikan dan Margasatwa negara bagian Washington juga telah mendesak orang-orang untuk menutup tempat makan burung mereka hingga setidaknya sampai 1 April 2021.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Burung Merpati Punya...
Burung Merpati Punya GPS Canggih Alamiah Melebihi Teknologi Buatan Manusia
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Virus Hanta Ngamuk!...
Virus Hanta Ngamuk! AS Selidiki 120 Lebih Laboratorium Biologi
Vaksin Hantavirus Ternyata...
Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Hubungan Virus Hanta...
Hubungan Virus Hanta dan Warisan Ilmuwan Korsel Terungkap
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Waspadai Penyebaran Hantavirus Andes
Waspada Hantavirus,...
Waspada Hantavirus, Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Rekomendasi
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
Sinopsis Disclosure...
Sinopsis Disclosure Day, Film Terbaru Steven Spielberg tentang Rahasia Alien yang Guncang Dunia
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Berita Terkini
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved