Kurangi Sampah, Amerika Daur Ulang Kantong Plastik Jadi Pakaian
Selasa, 16 Maret 2021 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
Mengomentari penelitian yang dipublikasikan di Nature Sustainability, Dr Mark Sumner dari University of Leeds mengatakan sifat khas dari plastik cenderung membatasi penggunaannya sebagai pakaian, seperti halnya penyerapan air yang sangat rendah.
"Tantangan mendasar yang saya lihat dengan perkembangan ini, seberapa baik serat tersebut dengan kenyamanan, nuansa, dan persyaratan tirai dari konsumen," katanya. (Baca juga: Warninn Bagi Penduduk Bumi, Jumlah Asteroid yang Mengancam Bertambah Ribuan)
"Jika kain terasa seperti lilin, atau kaku dan kurang nyaman maka konsumen tidak akan membeli produk, dan oleh karena itu, penggunaan serat untuk pakaian terbatas."
Industri fashion merupakan salah satu industri paling berpolusi di dunia. Manufaktur tekstil mengonsumsi air dalam jumlah besar dan menghasilkan jutaan ton limbah, serta 5-10% emisi gas rumah kaca global setiap tahun.
Mencuci dan mengeringkan pakaian seringkali menghabiskan lebih banyak energi dan air daripada fase produksi.
"Tantangan mendasar yang saya lihat dengan perkembangan ini, seberapa baik serat tersebut dengan kenyamanan, nuansa, dan persyaratan tirai dari konsumen," katanya. (Baca juga: Warninn Bagi Penduduk Bumi, Jumlah Asteroid yang Mengancam Bertambah Ribuan)
"Jika kain terasa seperti lilin, atau kaku dan kurang nyaman maka konsumen tidak akan membeli produk, dan oleh karena itu, penggunaan serat untuk pakaian terbatas."
Industri fashion merupakan salah satu industri paling berpolusi di dunia. Manufaktur tekstil mengonsumsi air dalam jumlah besar dan menghasilkan jutaan ton limbah, serta 5-10% emisi gas rumah kaca global setiap tahun.
Mencuci dan mengeringkan pakaian seringkali menghabiskan lebih banyak energi dan air daripada fase produksi.
(ysw)
Lihat Juga :