Virus Baru Ditemukan di China, 94,5 Persen Identik dengan COVID-19
Sabtu, 13 Maret 2021 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
Ilmuwan yang dipimpin oleh Weifeng Shi, kemudian menambahkan "kerabat SARS-CoV-2 beredar pada spesies satwa liar di wilayah geografis yang luas di Asia Tenggara dan China bagian selatan".
Mereka mengatakan, temuan ini menyoroti keragaman virus kelelawar yang luar biasa. Temuan ini juga memperingatkan bahwa penting dalam upaya pengawasan terhadap hewan liar yang lebih luas di wilayah ini untuk membantu melacak tumpahan virus yang sedang berlangsung dari hewan ke manusia.
Ini mengikuti ahli virologi Chris van Tulleken yang memperingatkan pandemi virus lain bisa lebih mematikan daripada epidemi COVID-19 saat ini. (Baca juga: Asteroid Besar Melintasi Bumi Tanggal 21 Maret, NASA: Aman Kok!)
Berbicara di program Today BBC Radio 4, dia mengingatkan penularan virus dari hewan ke manusia bisa lebih sering terjadi daripada sebelumnya. “Ini bukan menjawab pertanyaan apakah pandemi virus berikutnya melonjak, tapi kami harus bisa memperkirakan bahwa pandemi yang akan datang bisa jauh lebih parah daripada pengalaman saat ini,” katanya.
Mereka mengatakan, temuan ini menyoroti keragaman virus kelelawar yang luar biasa. Temuan ini juga memperingatkan bahwa penting dalam upaya pengawasan terhadap hewan liar yang lebih luas di wilayah ini untuk membantu melacak tumpahan virus yang sedang berlangsung dari hewan ke manusia.
Ini mengikuti ahli virologi Chris van Tulleken yang memperingatkan pandemi virus lain bisa lebih mematikan daripada epidemi COVID-19 saat ini. (Baca juga: Asteroid Besar Melintasi Bumi Tanggal 21 Maret, NASA: Aman Kok!)
Berbicara di program Today BBC Radio 4, dia mengingatkan penularan virus dari hewan ke manusia bisa lebih sering terjadi daripada sebelumnya. “Ini bukan menjawab pertanyaan apakah pandemi virus berikutnya melonjak, tapi kami harus bisa memperkirakan bahwa pandemi yang akan datang bisa jauh lebih parah daripada pengalaman saat ini,” katanya.
(ysw)
Lihat Juga :