Asteroid Besar Melintasi Bumi Tanggal 21 Maret, NASA: Aman Kok!
Jum'at, 12 Maret 2021 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Sementara asteroid mengorbit Matahari sekali setiap 2,25 tahun, 2001 FO32 tidak akan sedekat ini dengan planet kita lagi sampai 2052, ketika asteroid itu akan lewat pada jarak 2,8 juta km.
Lintasan "dekat" ini tidak menimbulkan risiko bagi kita yang tinggal di planet Bumi. Yang jelas, lintasan terbang tersebut memberikan kesempatan bagi para astronom untuk melihat dengan baik pada FO32 2001.
"Kedekatan tersebut akan memungkinkan para astronom untuk mengamati ukuran dan kecerahan asteroid dengan lebih baik dan memberi mereka gagasan yang lebih baik tentang komposisinya, pada dasarnya melakukan 'geologi dengan teleskop'," ucap Vishnu Reddy, seorang profesor di Lunar and Planetary Laboratory Universitas Arizona di Tucson. Baca juga: Demi Keamanan Rekening Bank, Hapus Aplikasi Ini di Ponsel Anda Sekarang!
Sekarang, ketika para astronom profesional merencanakan pengamatan mereka untuk flyby dengan teleskop seperti Infrared Telescope Facility (IRTF) NASA di Hawai. "Astronom amatir di Belahan Bumi Selatan dan di garis lintang utara yang rendah seharusnya dapat melihat asteroid ini menggunakan teleskop berukuran sedang dengan lubang setidaknya 8 inci di malam hari yang mengarah ke pendekatan terdekat, tetapi mereka mungkin membutuhkan grafik bintang untuk menemukannya," kata Chodas.
Lintasan "dekat" ini tidak menimbulkan risiko bagi kita yang tinggal di planet Bumi. Yang jelas, lintasan terbang tersebut memberikan kesempatan bagi para astronom untuk melihat dengan baik pada FO32 2001.
"Kedekatan tersebut akan memungkinkan para astronom untuk mengamati ukuran dan kecerahan asteroid dengan lebih baik dan memberi mereka gagasan yang lebih baik tentang komposisinya, pada dasarnya melakukan 'geologi dengan teleskop'," ucap Vishnu Reddy, seorang profesor di Lunar and Planetary Laboratory Universitas Arizona di Tucson. Baca juga: Demi Keamanan Rekening Bank, Hapus Aplikasi Ini di Ponsel Anda Sekarang!
Sekarang, ketika para astronom profesional merencanakan pengamatan mereka untuk flyby dengan teleskop seperti Infrared Telescope Facility (IRTF) NASA di Hawai. "Astronom amatir di Belahan Bumi Selatan dan di garis lintang utara yang rendah seharusnya dapat melihat asteroid ini menggunakan teleskop berukuran sedang dengan lubang setidaknya 8 inci di malam hari yang mengarah ke pendekatan terdekat, tetapi mereka mungkin membutuhkan grafik bintang untuk menemukannya," kata Chodas.
(iqb)
Lihat Juga :