Ini yang Bikin Negara di ASIA Telat Menerima Vaksin Covid-19
Selasa, 09 Maret 2021 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
Yang pertama adalah COVAX yang merupakan kemitraan bersama antara WHO, Global Vaccine Alliance (GAVI) dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI).
Tujuannya untuk mengembangkan, membeli, dan memasok vaksin Covid-19 untuk akses yang setara, dengan target vaksin 1,8 miliar orang atau setara dengan 20 persen populasi di negara-negara berpenghasilan rendah.
Berdasarkan rencana tersebut, negara-negara Asia Tenggara harus menerima 695 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini, yang mencakup setengah dari populasi di kawasan itu.
COVAX mewakili kerja sama global untuk menentang kepemilikan vaksin di negara tertentu dan memperluas ketersediaan vaksin.
Jika masih ada negara di dunia yang belum memiliki akses vaksin Covid-19 , maka pandemi tersebut akan terus mengancam nyawa manusia.
COVAX menghadapi tiga tantangan serius yang membuat efektivitasnya terbatas di negara-negara Asia.
Pertama, kurangnya sumber daya keuangan. Sejauh ini, COVAX telah mengumpulkan USD 6 miliar, sementara para pemimpinnya menargetkan USD2 miliar lagi untuk memenuhi target.
Tujuannya untuk mengembangkan, membeli, dan memasok vaksin Covid-19 untuk akses yang setara, dengan target vaksin 1,8 miliar orang atau setara dengan 20 persen populasi di negara-negara berpenghasilan rendah.
Berdasarkan rencana tersebut, negara-negara Asia Tenggara harus menerima 695 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini, yang mencakup setengah dari populasi di kawasan itu.
COVAX mewakili kerja sama global untuk menentang kepemilikan vaksin di negara tertentu dan memperluas ketersediaan vaksin.
Jika masih ada negara di dunia yang belum memiliki akses vaksin Covid-19 , maka pandemi tersebut akan terus mengancam nyawa manusia.
COVAX menghadapi tiga tantangan serius yang membuat efektivitasnya terbatas di negara-negara Asia.
Pertama, kurangnya sumber daya keuangan. Sejauh ini, COVAX telah mengumpulkan USD 6 miliar, sementara para pemimpinnya menargetkan USD2 miliar lagi untuk memenuhi target.
Lihat Juga :