Layanan Matrix NAP Info Hadir di DCI Indonesia - EDGE Data Center
Kamis, 04 Maret 2021 - 00:10 WIB
loading...
Tampak gedung DCI Indonesia. Permintaan akan kehadiran data center tumbuh pesat di Asia Pasifik didorong oleh cloud computing dan penggunaan mobile internet. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Bisnis data center mulai ramai dibicarakan di tengah masyarakat di masa pandemik virus Corona baru . Ini ditandai dengan mulai bermunculannya data center-data center baru dalam beberapa tahun belakangan ini. Baca juga: Microsoft Resmi Bangun Data Center di Indonesia, Potensi Serap 60.000 Tenaga Kerja dan Hasilkan Rp88,77 Triliun!
Dalam riset terbaru yang dikeluarkan oleh JLL bertajuk “The Rise of New Data Centre Growth Markets", permintaan akan kehadiran data center tumbuh pesat di Asia Pasifik didorong oleh cloud computing dan penggunaan mobile internet. Nilai pasar untuk layanan hosting, storage, dan cloud computing diperkirakan mencapai USD163 miliar atau meningkat hampir 30% dari tahun 2017.
Bahkan, diperkirakan lalu lintas penggunaan cloud computing di Asia Pasifik akan mencapai angka pertumbuhan 150% dalam periode yang sama. Dari beberapa fakta ini bisa ditarik kesimpulan bahwa keberadaan, serta masa depan data center di Indonesia bukan suatu hal untuk diremehkan.
Namun memilih data center yang cocok untuk bisnis dan kebutuhan tentunya perlu memperhatikan beberapa hal. Mulai dari lokasi yang strategis, fasilitas keamanan terjamin, fasilitas listrik serta cooling system yang mumpuni hingga pilihan koneksi jaringan yang stabil.
"Pilihan koneksi jaringan adalah unsur esensial dalam menunjang kelancaran akses data, serta operasional perangkat," kata Thomas Dragono, Managing Director Matrix NAP Info, Rabu (3/3/2021).
Dalam riset terbaru yang dikeluarkan oleh JLL bertajuk “The Rise of New Data Centre Growth Markets", permintaan akan kehadiran data center tumbuh pesat di Asia Pasifik didorong oleh cloud computing dan penggunaan mobile internet. Nilai pasar untuk layanan hosting, storage, dan cloud computing diperkirakan mencapai USD163 miliar atau meningkat hampir 30% dari tahun 2017.
Bahkan, diperkirakan lalu lintas penggunaan cloud computing di Asia Pasifik akan mencapai angka pertumbuhan 150% dalam periode yang sama. Dari beberapa fakta ini bisa ditarik kesimpulan bahwa keberadaan, serta masa depan data center di Indonesia bukan suatu hal untuk diremehkan.
Namun memilih data center yang cocok untuk bisnis dan kebutuhan tentunya perlu memperhatikan beberapa hal. Mulai dari lokasi yang strategis, fasilitas keamanan terjamin, fasilitas listrik serta cooling system yang mumpuni hingga pilihan koneksi jaringan yang stabil.
"Pilihan koneksi jaringan adalah unsur esensial dalam menunjang kelancaran akses data, serta operasional perangkat," kata Thomas Dragono, Managing Director Matrix NAP Info, Rabu (3/3/2021).
Lihat Juga :