Ilmuwan Teliti Sistem Mekanis Rahang Semut yang Sangat Cepat
Rabu, 03 Maret 2021 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
Mereka kemudian menganalisis mekanisme rahang dengan menggunakan pemindai mikro-CT untuk membuat gambar 3-D dan model semut. Para peneliti menemukan bahwa mekanisme rahang jebakan telah berevolusi 7-10 kali secara independen di seluruh dunia.
Setelah terjadi perubahan fungsi, maka kepala semut rahang jebakan mulai mengalami restrukturisasi otot secara masif. "Awalnya kami mengira bahwa semua rahang jebakan memiliki bentuk yang berbeda dan fungsi yang berbeda tapi ternyata ada banyak bentuk peralihan yang belum pernah diidentifikasi orang sebelumnya," katanya.
Para peneliti bekerja sama dengan laboratorium Andrew Suarez di University of Illinois, yang menggunakan videografi berkecepatan tinggi untuk menangkap gerakan rahang semut Strumigenys. "Akselerasi rahang jebakan seratus ribu kali lebih besar dari mandibula standar," kata Profesor Economo. "Dan mereka menutup ribuan kali lebih cepat dari kedipan mata manusia."
Semut Strumigenys membutuhkan kecepatan, menggunakan rahangnya yang sangat cepat untuk menggagalkan mekanisme pelarian springtail, mangsa mereka yang paling banyak. (Baca juga: daianggap Punah 170 Tahun lalu, Burung Black Browned Muncul di Hutan Kalimantan)
Tim peneliti sekarang berencana mengurutkan genom dari perwakilan spesies Strumigenys di seluruh dunia. "Kami ingin menjembatani kesenjangan antara perubahan yang kami lihat pada tingkat genetik dan molekuler, dan apa yang kami lihat pada tingkat morfologis. Itu adalah proyek besar berikutnya," katanya.
Setelah terjadi perubahan fungsi, maka kepala semut rahang jebakan mulai mengalami restrukturisasi otot secara masif. "Awalnya kami mengira bahwa semua rahang jebakan memiliki bentuk yang berbeda dan fungsi yang berbeda tapi ternyata ada banyak bentuk peralihan yang belum pernah diidentifikasi orang sebelumnya," katanya.
Para peneliti bekerja sama dengan laboratorium Andrew Suarez di University of Illinois, yang menggunakan videografi berkecepatan tinggi untuk menangkap gerakan rahang semut Strumigenys. "Akselerasi rahang jebakan seratus ribu kali lebih besar dari mandibula standar," kata Profesor Economo. "Dan mereka menutup ribuan kali lebih cepat dari kedipan mata manusia."
Semut Strumigenys membutuhkan kecepatan, menggunakan rahangnya yang sangat cepat untuk menggagalkan mekanisme pelarian springtail, mangsa mereka yang paling banyak. (Baca juga: daianggap Punah 170 Tahun lalu, Burung Black Browned Muncul di Hutan Kalimantan)
Tim peneliti sekarang berencana mengurutkan genom dari perwakilan spesies Strumigenys di seluruh dunia. "Kami ingin menjembatani kesenjangan antara perubahan yang kami lihat pada tingkat genetik dan molekuler, dan apa yang kami lihat pada tingkat morfologis. Itu adalah proyek besar berikutnya," katanya.
(ysw)
Lihat Juga :