Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Kamis, 25 Februari 2021 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Marina Kacaribu, Managing Director Cisco Indonesia, menjelaskan bahwa hasil studi tersebut menunjukkan perusahaan di Indonesia sudah sadar akan pentingnya keamanan siber. Namun demikian, kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran akan hal ini masih mendesak, terutama karena ancaman dan peringatan serangan siber masih sangat tinggi.
“Lebih jauh, perusahaan perlu memahami betapa pentingnya menjadikan keamanan siber sebagai dasar strategi investasi TI mereka ” kata Marina, dalam keterangan resminya, Kamis (25/2).
Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa keamanan telah menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan di Indonesia, dengan 59% mengatakan bahwa keamanan siber sekarang menjadi sangat penting, dan 26% di antaranya mengatakan itu lebih penting daripada sebelum COVID-19.
Dengan pengguna yang terhubung dari jarak jauh, sebagian besar perusahaan melihat bahwa tantangan keamanan siber di peringkat teratas adalah akses yang aman (70%), dan perlindungan data pribadi (70%), yang berimplikasi pada postur keamanan secara keseluruhan. Kekhawatiran lain yang dirasakan oleh perusahaan di Indonesia termasuk perlindungan terhadap malware (63%).
Kendati demikian, lebih dari setengah (63%) perusahaan di Indonesia percaya bahwa mereka akan meningkatkan investasi keamanan siber. Dan dari total perusahaan yang percaya akan hal ini, 40% diantaranya percaya bahwa investasi tersebut akan melebihi 30%.
“Lebih jauh, perusahaan perlu memahami betapa pentingnya menjadikan keamanan siber sebagai dasar strategi investasi TI mereka ” kata Marina, dalam keterangan resminya, Kamis (25/2).
Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa keamanan telah menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan di Indonesia, dengan 59% mengatakan bahwa keamanan siber sekarang menjadi sangat penting, dan 26% di antaranya mengatakan itu lebih penting daripada sebelum COVID-19.
Dengan pengguna yang terhubung dari jarak jauh, sebagian besar perusahaan melihat bahwa tantangan keamanan siber di peringkat teratas adalah akses yang aman (70%), dan perlindungan data pribadi (70%), yang berimplikasi pada postur keamanan secara keseluruhan. Kekhawatiran lain yang dirasakan oleh perusahaan di Indonesia termasuk perlindungan terhadap malware (63%).
Kendati demikian, lebih dari setengah (63%) perusahaan di Indonesia percaya bahwa mereka akan meningkatkan investasi keamanan siber. Dan dari total perusahaan yang percaya akan hal ini, 40% diantaranya percaya bahwa investasi tersebut akan melebihi 30%.
Lihat Juga :