Bisa Berdampak ke Bumi, NASA Tangkap Ledakan Besar di Matahari

Rabu, 24 Februari 2021 - 14:22 WIB
loading...
Bisa Berdampak ke Bumi,...
Satelit NASA menemukan semburan api besar yang meledak dari Canyon of Fire Matahari. Foto/NASA
A A A
JAKARTA - Satelit Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) milik NASA menangkap ledakan besar yang dilepaskan dari matahari pada 20 Februari 2021 lalu. Ledakan ini melontarkan material yang bisa bertabrakan dengan bumi dan bisa membuat sinyal di Bumi melemah.

Dilansir Express UK , ledakan besar dari barat Matahari ini merupakan pelesapan massa dari pelepasan koronal (CME) dalam jumlah besar. CME sendiri merupakan pelepasan plasma dan medan magnet dari permukaan Matahari. (Baca: Jelang Mendarat di Mars, perseverance Akan Menghadapi 'Tujuh Menit Teror')

Menurut pengamatan NASA, CME berasal dari ngarai api yang membentang lebih dari 400.000 kilometer melintasi Matahari. Setelah letusan filamen magnetik, awan puing terlontar ke luar angkasa. Letusan ini melepaskan sejumlah besar partikel matahari yang dapat bertabrakan dengan Bumi.

Sedangkan situs Weather Space menulis, dampak ledakan dari Matahari ini bisa memengaruhi medan magnet di Bumi yang berujung pada tak berfungsinya semua sinyal radio. "Pada gilirannya dapat menyebabkan masalah teknologi yang dapat menyebabkan pemadaman seperti radio, sistem GPS, televisi satelit dan sinyal ponsel," tulis Wether Space. (Baca juga: Fosil Ikan Purba Berusia 66 Juta Tahun Ditemukan di Maroko)

Weather menulis, akibat ledakan itu badai bisa melanda pada 23 atau 24 Februari 2021. Untungnya, partikel-partikel tersebut kemungkinan hanya melintas ke sisi planet Bumi namun tetapi masih dapat menyebabkan badai G1.

"Badai matahari kelas G1 dapat menyebabkan fluktuasi jaringan listrik yang lemah dan dapat "berdampak kecil pada operasi satelit," tulis Weather.

Hantaman partikel matahari itu dapat menyebabkan badai geomagnetik kelas-G1 dan aurora lintang tinggi beberapa jam setelah benturan. Aurora, yang meliputi cahaya utara - aurora borealis - dan cahaya selatan - aurora australis - disebabkan ketika partikel matahari menghantam atmosfer. (Baca juga: Mahkluk Bersisik Besi Penghuni Gunung Berapi Terungkap)

Saat magnetosfer planet dibombardir oleh angin matahari, cahaya menakjubkan dengan berbagai warna dapat muncul di wilayah paling utara dan selatan.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Rusia dan China Siap...
Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
New Horizons Abadikan...
New Horizons Abadikan Dunia selama 9 Tahun dari Jarak 4,8 Miliar Km dari Bumi
NASA Dikaitkan dengan...
NASA Dikaitkan dengan Rumor Gravitasi Bumi Akan Hilang Tahun Ini
NASA Pastikan Gerhana...
NASA Pastikan Gerhana Matahari Cincin Api Akan Terjadi Bulan Depan
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Selamat Tinggal 24 Jam...
Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari
Rekomendasi
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Berita Terkini
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Infografis
Aktivitas Gempa Bumi...
Aktivitas Gempa Bumi Bisa Dipengaruhi Panas Matahari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved