Gunung Es Terbesar di Dunia Hancur Seperti Potongan Puzle

Kamis, 18 Februari 2021 - 16:28 WIB
loading...
Gunung Es Terbesar di...
Sebelas pecahan gunung es A-68a berputar di sekitar pulau Georgia Selatan, di utara Antartika. Foto/NASA Earth Observatory
A A A
JAKARTA - Gunung es A-68A dulunya merupakan gunung es terbesar di dunia dengan luas sekitar 6.000 kilonmeter persegi. Namun sejak terpisah dari Antartika , gunung es tersebut kini terpecah bagaikan puzle dan tersebar di sekitar Georgia Selatan.

Dalam foto satelit yang diambil pada 11 Februari 2021, garis besar bergerigi dari 11 gunung es yang retak berputar di sekitar pulau terpencil yang dipenuhi penguin dan terletak sekitar 1.500 kilometer di timur laut Semenanjung Antartika. (Baca: Ilmuwan Temukan Mineral Mars Terpendam di Dalam Es Antartika)

Dilansir dari Live Science , setiap bongkahan beku adalah bagian dari gunung es A-68a yang pernah disebut sebagai gunung es terbesar di dunia selama lebih dari tiga tahun. Kini gunung es tersebut hancur berkeping-keping beberapa minggu lalu dan setiap pecahan gunung es itu dinamai mulai dengan A-68b, dan diakhiri dengan A-68M.

Iceberg A-68a awalnya terlepas dari Lapisan Es Larsen C Antartika pada 12 Juli 2017. Pada saat itu, ukurannya lebih dari 6.000 kilometer persegi. Terlepas dari luas permukaannya yang mengesankan, gunung es itu sangat tipis, dan mulai kehilangan bongkahan es yang besar sejak April 2020. (Baca: Wahana Penjelajah China Yutu 2 Temukan Batu Aneh di Permukaan Bulan)

Pada akhir 2020, gunung es itu tampaknya bertabrakan dengan pulau Georgia Selatan (wilayah seberang laut Inggris). Para peneliti khawatir gunung es akan mendarat di dekat pulau itu dan memutus rute makan ribuan anjing laut, penguin, dan hewan lain yang menghuni Georgia Selatan dan berpotensi menyebabkan kelaparan yang meluas.

Untungnya, gunung es itu berubah arah dan mulai mengapung di sekitar pulau, bahkan sebelum itu pecah menjadi selusin bongkahan yang terombang-ambing di sekitar daerah itu hari ini. Ancaman terhadap hewan di pulau itu sudah berakhir untuk saat ini. (Baca juga: Ilmuwan Membuat Lompatan Sains untuk Mendukung Kehidupan di Mars)

Namun, para peneliti Inggris sangat ingin mempelajari potensi dampak gunung es yang pecah pada air laut di sekitar Georgia Selatan. Dua robot kapal selam dijadwalkan untuk mempelajari suhu air, salinitas dan kejernihan di sekitar sisa-sisa A-68a (dan semua keturunannya) selama beberapa bulan, mulai akhir tahun ini.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
Rekomendasi
3 Drama Korea Adaptasi...
3 Drama Korea Adaptasi Webtoon Ini Viral Sepanjang 2026, Wajib Masuk Daftar Tontonan
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved