Orang TI Perlu Baca, 8 Prediksi Cloud dan Inovasi Teknologi Digital di 2021
Selasa, 16 Februari 2021 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
3. Gambar, Video dan Suara akan Berdampak Lebih Besar Dibanding Tulisan
Sekarang, mengetik dengan keyboard, baik untuk berekspresi di media sosial dan berkomunikasi dengan mesin, mulai digantikan dengan berbagai medium lain seperti gambar, video, maupun suara. Pergeseran tersebut menambah dimensi kenyamanan baru bagi pengguna, terutama mereka yang buta huruf atau memiliki suatu kecacatan yang menyulitkan mereka untuk mengetik.
Di Ghana, Afrika, perusahaan bernama Cowtribe memampukan peternak untuk mengisi ulang pasokan makanan, vaksin, serta bahan-bahan esensial lainnya untuk hewan ternaknya hanya dengan mengirimkan perintah suara yang sederhana.
4. Teknologi Dorong Transformasi Digital
Perkotaan yang sekarang dihuni sekian banyak penduduk sejatinya dibangun atas dasar pemahaman yang telah berusia beberapa dekade atau bahkan berabad-abad. Pembatasan mobilitas selama pandemi pun menyingkapkan kelemahan dari konsep-konsep yang sudah usang, seperti pada distrik perkantoran tempat orang bekerja.
Dengan teknologi analitika data, tata kota dapat diatur untuk memaksimalkan dampak positif social distancing tetapi tanpa terasa terlalu berjauhan, sehingga komunitas bisa menjadi lebih aman, sehat, dan berjalan dengan lebih baik dan efisien. Sebagai contoh, administrasi kota dapat menggunakan teknologi analitika data termutakhir untuk menganalisis pola pergerakan pejalan kaki dan bagaimana penduduk memiliki kebiasaan berkeliling sekitar kota.
Selain untuk mendukung peningkatan kesehatan publik, nantinya wawasan tersebut juga bisa diterapkan untuk menciptakan pengalaman berwisata yang lebih menyenangkan, seperti stadion dan museum.
Di Indonesia, salah satu penerapan yang mungkin ditinjau lebih lanjut adalah perencanaan tata kota untuk ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
5. Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh Meningkat
Sebelum tahun 2020, sebenarnya beberapa universitas telah menawarkan kursus online sebagai pelengkap program edukasi yang mereka tawarkan. Namun, kebanyakan institusi pendidikan – baik sekolah maupun perguruan tinggi – telah beroperasi dengan cara yang sama sejak dahulu kala. Konsepnya sama: datang ke sekolah atau kampus, belajar, dan pulang kembali ke rumah.
Pandemik telah menjadikan pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling banyak bertransformasi selama 2020. Tahun 2021 ini akan menjadi tahun pembuktian bagi pendidikan online sebagai fasilitator kegiatan belajar-mengajar jarak jauh.
Walaupun sejatinya anak-anak perlu didorong untuk kembali bersekolah ketika keadaan sudah normal agar mereka dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan kawan-kawannya, pendidikan online tidak akan menghilang sepenuhnya. Ada banyak sekali manfaat pendidikan online yang dapat dinikmati bahkan dalam keadaan seperti biasa.
Misalnya, anak yang sedang sakit atau berhalangan hadir tetap dapat belajar dari rumah sehingga tak tertinggal dari teman-temannya. Dalam kasus luar biasa sekalipun, seperti bencana alam atau bahkan pandemi lainnya yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, pendidikan dapat tetap bergulir selama tersedia koneksi internet.
Pembelajaran online juga perlu ditopang oleh infrastruktur teknologi yang memadai. Simak Online, startup teknologi edukasi asal Indonesia, menyediakan sistem manajemen informasi bagi sekolah-sekolah di provinsi DKI Jakarta dan memampukan penyelenggaraan ujian online di waktu yang bersamaan tanpa terjadi downtime.
6. Bisnis Kecil Berlomba Menuju Cloud
Di kawasan Afrika Sub-Sahara (secara geografis terletak di wilayah Afrika Barat, Timur, Tengah dan Selatan) dan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, mayoritas pelaku bisnis terdiri dari usaha berukuran kecil dan bahkan mikro seperti warung. Negara-negara ini umumnya tidak terbebani oleh teknologi lama (legacy technology) dan lebih terbuka terhadap teknologi baru.
Sekarang, mengetik dengan keyboard, baik untuk berekspresi di media sosial dan berkomunikasi dengan mesin, mulai digantikan dengan berbagai medium lain seperti gambar, video, maupun suara. Pergeseran tersebut menambah dimensi kenyamanan baru bagi pengguna, terutama mereka yang buta huruf atau memiliki suatu kecacatan yang menyulitkan mereka untuk mengetik.
Di Ghana, Afrika, perusahaan bernama Cowtribe memampukan peternak untuk mengisi ulang pasokan makanan, vaksin, serta bahan-bahan esensial lainnya untuk hewan ternaknya hanya dengan mengirimkan perintah suara yang sederhana.
4. Teknologi Dorong Transformasi Digital
Perkotaan yang sekarang dihuni sekian banyak penduduk sejatinya dibangun atas dasar pemahaman yang telah berusia beberapa dekade atau bahkan berabad-abad. Pembatasan mobilitas selama pandemi pun menyingkapkan kelemahan dari konsep-konsep yang sudah usang, seperti pada distrik perkantoran tempat orang bekerja.
Dengan teknologi analitika data, tata kota dapat diatur untuk memaksimalkan dampak positif social distancing tetapi tanpa terasa terlalu berjauhan, sehingga komunitas bisa menjadi lebih aman, sehat, dan berjalan dengan lebih baik dan efisien. Sebagai contoh, administrasi kota dapat menggunakan teknologi analitika data termutakhir untuk menganalisis pola pergerakan pejalan kaki dan bagaimana penduduk memiliki kebiasaan berkeliling sekitar kota.
Selain untuk mendukung peningkatan kesehatan publik, nantinya wawasan tersebut juga bisa diterapkan untuk menciptakan pengalaman berwisata yang lebih menyenangkan, seperti stadion dan museum.
Di Indonesia, salah satu penerapan yang mungkin ditinjau lebih lanjut adalah perencanaan tata kota untuk ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
5. Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh Meningkat
Sebelum tahun 2020, sebenarnya beberapa universitas telah menawarkan kursus online sebagai pelengkap program edukasi yang mereka tawarkan. Namun, kebanyakan institusi pendidikan – baik sekolah maupun perguruan tinggi – telah beroperasi dengan cara yang sama sejak dahulu kala. Konsepnya sama: datang ke sekolah atau kampus, belajar, dan pulang kembali ke rumah.
Pandemik telah menjadikan pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling banyak bertransformasi selama 2020. Tahun 2021 ini akan menjadi tahun pembuktian bagi pendidikan online sebagai fasilitator kegiatan belajar-mengajar jarak jauh.
Walaupun sejatinya anak-anak perlu didorong untuk kembali bersekolah ketika keadaan sudah normal agar mereka dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan kawan-kawannya, pendidikan online tidak akan menghilang sepenuhnya. Ada banyak sekali manfaat pendidikan online yang dapat dinikmati bahkan dalam keadaan seperti biasa.
Misalnya, anak yang sedang sakit atau berhalangan hadir tetap dapat belajar dari rumah sehingga tak tertinggal dari teman-temannya. Dalam kasus luar biasa sekalipun, seperti bencana alam atau bahkan pandemi lainnya yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, pendidikan dapat tetap bergulir selama tersedia koneksi internet.
Pembelajaran online juga perlu ditopang oleh infrastruktur teknologi yang memadai. Simak Online, startup teknologi edukasi asal Indonesia, menyediakan sistem manajemen informasi bagi sekolah-sekolah di provinsi DKI Jakarta dan memampukan penyelenggaraan ujian online di waktu yang bersamaan tanpa terjadi downtime.
6. Bisnis Kecil Berlomba Menuju Cloud
Di kawasan Afrika Sub-Sahara (secara geografis terletak di wilayah Afrika Barat, Timur, Tengah dan Selatan) dan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, mayoritas pelaku bisnis terdiri dari usaha berukuran kecil dan bahkan mikro seperti warung. Negara-negara ini umumnya tidak terbebani oleh teknologi lama (legacy technology) dan lebih terbuka terhadap teknologi baru.
Lihat Juga :