Kenapa Migrasi Burung Tidak Pernah Tersasar, Ini Penjelasannya
Senin, 15 Februari 2021 - 14:27 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Setiap tahun, miliaran burung bermigrasi ribuan mil antara Eropa sampai Afrika dan kemudian mengulangi perjalanan yang sama lagi tahun berikutnya. Migrasinya ribuan burung ini untuk bersarang di tempat yang persis sama yang mereka pilih dalam perjalanan besar pertama mereka.
Berdasarkan artikel yang ditulis Richard Holland, Profesor Perilaku Hewan, Sekolah Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bangor, Gwynedd, Wales, ketepatan navigasi yang luar biasa yang ditunjukkan oleh burung-burung kecil ini saat mereka melakukan perjalanan di atas lautan badai, melintasi gurun yang luas, dan melalui cuaca dan suhu yang ekstrem telah menjadi salah satu misteri biologi perilaku yang belum terkuak. (Baca: India Kalang Kabut, 350.000 Ekor Burung Mati Gara-gara Flu Burung)
Seperti dilansir Science Alert, diketahui bahwa burung-burung yang diterpa angin begitu banyak sehingga mereka tergeser secara signifikan dari rute migrasi mereka. Namun tak lama kemudian mereka dapat menyesuaikan kembali jalur migrasinya dengan tepat.
Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan navigasi burung mencakup mekanisme untuk menemukan jalan pulang dari belahan dunia yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.
Sekarang, studi baru tentang burung berkicau buluh Eurasia telah menemukan bahwa kemampuan luar biasa ini melibatkan "peta magnet" yang bekerja seperti sistem koordinat pada manusia.
Berdasarkan artikel yang ditulis Richard Holland, Profesor Perilaku Hewan, Sekolah Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bangor, Gwynedd, Wales, ketepatan navigasi yang luar biasa yang ditunjukkan oleh burung-burung kecil ini saat mereka melakukan perjalanan di atas lautan badai, melintasi gurun yang luas, dan melalui cuaca dan suhu yang ekstrem telah menjadi salah satu misteri biologi perilaku yang belum terkuak. (Baca: India Kalang Kabut, 350.000 Ekor Burung Mati Gara-gara Flu Burung)
Seperti dilansir Science Alert, diketahui bahwa burung-burung yang diterpa angin begitu banyak sehingga mereka tergeser secara signifikan dari rute migrasi mereka. Namun tak lama kemudian mereka dapat menyesuaikan kembali jalur migrasinya dengan tepat.
Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan navigasi burung mencakup mekanisme untuk menemukan jalan pulang dari belahan dunia yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.
Sekarang, studi baru tentang burung berkicau buluh Eurasia telah menemukan bahwa kemampuan luar biasa ini melibatkan "peta magnet" yang bekerja seperti sistem koordinat pada manusia.
Lihat Juga :