CDC: Vaksin COVID untuk Anak Tersedia September 2021

Minggu, 14 Februari 2021 - 06:32 WIB
loading...
CDC: Vaksin COVID untuk...
CDC menyebut AS akan memiliki vaksin COVID untuk anak pada September 2021. Foto/Dok SINDOnews
A A A
WASHINGTON - Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS menargetkan vaksin COVID-19 untuk anak akan tersedia pada September 2021. Dengan demikian, sekolah dapat dibuka di awal tahun ajaran baru. Dengan catatan, uji coba perlu membuktikan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif pada anak-anak. Baca juga: Kasus Vaksin-19 untuk Helena Lim, Pemprov DKI Sebut Puskesmas Kebon Jeruk Telah Jalankan SOP

Dalam artikel yang dipublikasikan ProPublica dan ksat.com, anak-anak yang bisa divaksin kemungkina mulai kelas satu (SMP). Dengan asumsi uji coba berhasil pada kelompok usia tersebut.
"Kami sedang dalam proses memulai uji klinis dalam apa yang kami sebut penurunan usia, di mana Anda melakukan uji klinis dengan orang berusia 16 (tahun) hingga 12, lalu 12 hingga 9, lalu 9 hingga 6," kata Dr Anthony Fauci, Direktur CDC kepada ProPublica.

Ketika ditanya kelompok usia termuda mana yang mungkin diizinkan untuk mendapatkan vaksin, dia menjawwab, "Kami akan berpikir pada saat kita membuka sekolah, kemungkinan kita akan bisa mendapatkan orang yang datang ke kelas satu."

Betapapun optimisnya Fauci, beberapa dokter anak dan pakar penyakit menular, mengatakan, mereka berharap uji coba pediatrik akan berjalan lebih cepat. Selain memulihkan stabilitas sistem pendidikan dan jadwal kerja orang tua, serta menjaga keamanan anak-anak dan orang di sekitarnya, vaksinasi anak sangat penting untuk membantu negara, secara keseluruhan, mencapai kekebalan kelompok dan mengurangi ancaman varian baru.

"Jika tidak, akan ada puluhan juta orang di komunitas kami yang mampu memelihara virus. Dan ketika itu terjadi, yang memungkinkan adalah munculnya varian yang tidak biasa ini yang mungkin memiliki kemampuan untuk menghindari kekebalan kita,” kata Buddy Creech, Profesor Pediatri dan Direktur Program Riset Vaksin Vanderbilt.

Terlepas dari kebutuhan tersebut, Pfizer adalah satu-satunya produsen yang uji coba vaksin pediatriknya cukup jauh untuk berpotensi memiliki data tentang anak-anak usia sekolah dasar pada akhir musim panas.

Pfizer telah selesai mendaftarkan peserta dalam studinya terhadap anak berusia 12-15 tahun dan mengantisipasi memiliki data pada "awal tahun 2021. “Dari situ rencananya kami akan menyelesaikan studi kami pada usia 5-11 tahun,” ujar seorang Juru Bicara Pfizer.

Saat Pfizer menyelesaikan uji coba pada remaja, yang kemudian berusia 5 hingga 11 tahun, perusahaan harus mengirimkan data tersebut ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk ditinjau dan mendapatkan otorisasi penggunaan vaksin pada kelompok usia tersebut sebelum tersedia. Saat ini di AS, vaksin diindikasikan hanya untuk mereka yang berusia 16 tahun ke atas.

Vaksin Moderna
Moderna masih mendaftarkan peserta dalam uji coba untuk remaja usia 12-18 tahun. "Berada di jalur yang tepat untuk menyediakan data terbaru sekitar pertengahan tahun 2021," kata perusahaan itu dalam pernyataan email.

Stéphane Bancel, CEO Moderna, mengatakan, tujuan perusahaan adalah memiliki data dari studi remaja sebelum tahun ajaran 2021. Moderna mengatakan akan memulai studi penurunan usia pada anak-anak usia 11 tahun hingga 6 bulan tahun ini. Tetapi Bancel mengatakan perusahaan tidak berharap data klinis hingga 2022.

Sementara Johnson dan Johnson masih belum memulai studi pediatrik apa pun. "Kami sedang berdiskusi dengan regulator dan mitra mengenai dimasukkannya populasi anak dalam rencana pengembangan kami," kata Juru Bicara Novavax.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Peugeot Memperkenalkan...
Peugeot Memperkenalkan Mesin Bensin Turbo 100 Baru
Rekomendasi
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Kenakan Rompi Oranye dan Diborgol
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
Berita Terkini
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Teknologi AI Chip 500Hz...
Teknologi AI Chip 500Hz Akan Mengubah Permainan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved