Negara-negara Ini Sudah Mampir ke Mars, Semoga Indonesia Bisa Menyusul ya...

Sabtu, 13 Februari 2021 - 13:20 WIB
loading...
Negara-negara Ini Sudah...
Pesawat ruang angkasa milik China, Tianwen-1, telah menempuh perjalanan sejauh 475 juta kilometer menuju Mars, sejak diluncurkan pada tujuh bulan lalu. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Beberapa negara saat ini seperti sedang berlomba-lomba mendaratkan astronotnya di Mars . Terakhir, pada Rabu (10/2/2021) lalu, pesawat antariksa China dilaporkan telah memasuki orbit Planet Merah .

Pesawat ruang angkasa milik China bernama Tianwen-1, telah menempuh perjalanan sejauh 475 juta kilometer menuju Mars. Pesawat ruang angkasa itu diluncurkan dari Bumi pada tujuh bulan lalu. Baca juga: Ini Cara Pesawat Ruang Angkasa NASA Mendarat di Planet Mars

Sehari sebelumnya, pesawat luar angkasa Uni Emirat Arab (UEA), Hope, telah lebih dulu memasuki orbit Mars. Tidak seperti Tianwen-1, Hope hanya mengamati Planet Merah dari atmosfernya. Selain keduanya, pesawat penjelajah milik Amerika Serikat juga diprediksi akan tiba di Mars pada pekan depan.

Berdasarkan laporan Politico, di Mars, China akan menurunkan robot penjelajahnya yang bertenaga surya, dan memiliki ukuran seperti mobil golf. Robot itu berencana mengumpulkan data air bawah tanah dan mencari bukti bahwa Mars mungkin pernah menampung kehidupan mikroskopis.

Sementara itu, New York Times melaporkan, lembaga antariksa India, Indian Space Research Organzation, juga memiliki Mars Orbiter Mission atau Mangalyaan. Pesawat ini mengorbit di Mars sejak 24 September 2014.

India menjadi negara Asia pertama yang mampu mencapai orbit Mars. Sedangkan Roscosmos, NASA, dan ESA, sudah lebih dulu tiba di sana. Ketiganya menjadi negara pertama yang berhasil melakukan percobaan mendarat di Mars.

Berkat pencapaian beberapa negara tersebut, tentu negara-negara lainnya akan menyusul. Kemajuan teknologi memungkinkan manusia agak lebih mudah mendarat di Mars. Tetapi bagaimana dengan Indonesia? Kapan menyusul? Baca juga: Lorenzo Cemas Mental Marquez Akan Terganggu Akibat Cedera Panjang
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Peugeot Memperkenalkan...
Peugeot Memperkenalkan Mesin Bensin Turbo 100 Baru
Rekomendasi
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Berita Terkini
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved