Johnson & Johnson Ungkap Ketakutan Pembuat Vaksin Soal Mutasi Corona
Rabu, 10 Februari 2021 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Komentar Gorsky muncul setelah J&J mengumumkan telah mengajukan permohonan otorisasi penggunaan darurat vaksin virus corona dari Food and Drug Administration.
Tidak seperti dua vaksin resmi dari Pfizer dan Moderna, J&J tidak memerlukan suntikan kedua atau harus dikirim dalam keadaan beku.
Ia juga tidak menggunakan teknologi mRNA baru melainkan menggabungkan materi genetik dari virus baru dengan gen dari adenovirus - yang menyebabkan flu biasa - untuk memicu respons kekebalan.
BACA JUGA- AstraZeneca Keok, Jenis Covid-19 di Afsel Lebih Kuat dari Mutasi di Inggris
Ini adalah teknologi yang sama yang digunakan perusahaan untuk membuat vaksin Ebola eksperimental untuk orang-orang di Republik Demokratik Kongo pada akhir 2019.
Regulator sekarang akan membutuhkan waktu untuk menganalisis data dan komite penasihat perlu bertemu.
Tidak seperti dua vaksin resmi dari Pfizer dan Moderna, J&J tidak memerlukan suntikan kedua atau harus dikirim dalam keadaan beku.
Ia juga tidak menggunakan teknologi mRNA baru melainkan menggabungkan materi genetik dari virus baru dengan gen dari adenovirus - yang menyebabkan flu biasa - untuk memicu respons kekebalan.
BACA JUGA- AstraZeneca Keok, Jenis Covid-19 di Afsel Lebih Kuat dari Mutasi di Inggris
Ini adalah teknologi yang sama yang digunakan perusahaan untuk membuat vaksin Ebola eksperimental untuk orang-orang di Republik Demokratik Kongo pada akhir 2019.
Regulator sekarang akan membutuhkan waktu untuk menganalisis data dan komite penasihat perlu bertemu.
(wbs)
Lihat Juga :