Benarkah Ibu Hamil Bisa Menularkan Kekebalan Covid-19 kepada Bayinya?
Senin, 01 Februari 2021 - 09:29 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Jika seorang wanita tertular Covid-19 selama kehamilan, dapatkah bayinya memiliki kekebalan terhadap virus di dalam rahim? Data awal menunjukkan bahwa jawabannya adalah ya, namun masih perlu penelitian lebih lanjut.
Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan pada 29 Januari di jurnal JAMA Pediatrics, para ilmuwan menganalisis sampel darah dari lebih dari 1.470 wanita hamil, 83 di antaranya dinyatakan positif antibodi untuk SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan Covid-19. Sampel darah tali pusat dari sebagian besar bayi yang lahir dari wanita ini juga dites positif untuk antibodi, menunjukkan bayi-bayi tersebut mengambil kekebalan pasif ini. (Baca: Dalam Sehari Positif Covid-19 di Jakarta timur Capai 500 Kasus)
Jumlah antibodi yang diberikan kepada bayi sangat bergantung pada jenis dan jumlah antibodi yang ada pada ibu, dan kapan ia tertular Covid-19 selama kehamilan. “Semakin lama waktu antara infeksi dan persalinan ibu, semakin besar transfer antibodi,” kata Dr. Karen Puopolo dan Dr. Scott Hensley dari Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania, dikutip Live Science.
Antibodi yang ditransfer dapat memberikan perlindungan kepada bayi yang baru lahir. Namun seberapa baik antibodi yang ditransfer sang ibu dapat memblokir virus corona ke bayinya, ilmuwan masih meneliti masalah ini. “Kami berharap memiliki data ini,” kata Dr. Flor Muñoz-Rivas, seorang profesor penyakit menular anak di Baylor College of Medicine di Houston.
Dengan mempelajari transfer antibodi setelah infeksi Covid-19 alami, kami dapat mengumpulkan petunjuk tentang apakah vaksin yang diberikan kepada orang hamil memberikan perlindungan serupa untuk bayi baru lahir, katanya.
Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan pada 29 Januari di jurnal JAMA Pediatrics, para ilmuwan menganalisis sampel darah dari lebih dari 1.470 wanita hamil, 83 di antaranya dinyatakan positif antibodi untuk SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan Covid-19. Sampel darah tali pusat dari sebagian besar bayi yang lahir dari wanita ini juga dites positif untuk antibodi, menunjukkan bayi-bayi tersebut mengambil kekebalan pasif ini. (Baca: Dalam Sehari Positif Covid-19 di Jakarta timur Capai 500 Kasus)
Jumlah antibodi yang diberikan kepada bayi sangat bergantung pada jenis dan jumlah antibodi yang ada pada ibu, dan kapan ia tertular Covid-19 selama kehamilan. “Semakin lama waktu antara infeksi dan persalinan ibu, semakin besar transfer antibodi,” kata Dr. Karen Puopolo dan Dr. Scott Hensley dari Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania, dikutip Live Science.
Antibodi yang ditransfer dapat memberikan perlindungan kepada bayi yang baru lahir. Namun seberapa baik antibodi yang ditransfer sang ibu dapat memblokir virus corona ke bayinya, ilmuwan masih meneliti masalah ini. “Kami berharap memiliki data ini,” kata Dr. Flor Muñoz-Rivas, seorang profesor penyakit menular anak di Baylor College of Medicine di Houston.
Dengan mempelajari transfer antibodi setelah infeksi Covid-19 alami, kami dapat mengumpulkan petunjuk tentang apakah vaksin yang diberikan kepada orang hamil memberikan perlindungan serupa untuk bayi baru lahir, katanya.
Lihat Juga :