Para Ahli TI Sebut Ini Kunci Masa Depan Bisnis Pasca-Wabah Corona
Selasa, 19 Januari 2021 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Tidak heran jika hal ini sejalan dengan meningkatnya ancaman siber yang terjadi di masa pandemik. 61% perusahaan di dunia mengaku mengalami pelonjakan ancaman siber sebesar 25% atau lebih sejak awal masa wabah.
Perlindungan untuk Akses Data Perusahaan
Tidak sedikit karyawan yang terpaksa mengakses data perusahan menggunakan perlengkapan dan perangkat pribadi. Hal ini menjadi titik buta bagi tim keamanan siber perusahaan karena perlengkapan dan perangkat pribadi lebih sulit untuk dimonitor.
Tetapi yang menjadi tantangan terberat tim TI atau keamanan siber perusahaan sebenarnya adalah memastikan akses data perusahaan tetap aman selagi semua karyawan mengaksesnya, dari manapun, kapanpun, dan menggunakan perangkat apapun. Ada 62% perusahaan dunia merasakan hal ini dan tuntutan tersebut menjadi tekanan yang sangat tinggi bagi praktisi IT. Hasilnya, banyak praktisi IT yang harus rela bekerja lebih lama atau lembur untuk memastikan itu semua.
Namun dengan adanya tantangan ini, hadir pula peluang untuk melakukan transformasi. 85% pemegang keputusan IT mengatakan keamanan siber kini menjadi sangat penting, jauh lebih penting dari masa sebelum pandemik bagi perusahaan mereka, dan dua pertiga darinya mengatakan bahwa hal ini mengakibatkan perusahaan mau tidak mau harus meningkatkan anggaran mereka untuk memperkuat infrastruktur keamanan siber mereka.
Persiapan untuk Masa Depan Budaya Kerja yang Baru
Dengan lebih dari sepertiga perusahaan di dunia mengatakan akan terus melakukan WFH pascapandemik, para praktisi dan pemegang keputusan TI dituntut untuk terus meningkatkan keamanan siber perusahaan guna mendukung masa depan bisnis yang lebih efektif, fleksibel, dan aman.
Cisco juga memberikan tiga rekomendasi bagi para praktisi dan pemegang keputusan TI yang bisa dilakukan dalam menghadapi kehidupan pascapandemik:
Perlindungan untuk Akses Data Perusahaan
Tidak sedikit karyawan yang terpaksa mengakses data perusahan menggunakan perlengkapan dan perangkat pribadi. Hal ini menjadi titik buta bagi tim keamanan siber perusahaan karena perlengkapan dan perangkat pribadi lebih sulit untuk dimonitor.
Tetapi yang menjadi tantangan terberat tim TI atau keamanan siber perusahaan sebenarnya adalah memastikan akses data perusahaan tetap aman selagi semua karyawan mengaksesnya, dari manapun, kapanpun, dan menggunakan perangkat apapun. Ada 62% perusahaan dunia merasakan hal ini dan tuntutan tersebut menjadi tekanan yang sangat tinggi bagi praktisi IT. Hasilnya, banyak praktisi IT yang harus rela bekerja lebih lama atau lembur untuk memastikan itu semua.
Namun dengan adanya tantangan ini, hadir pula peluang untuk melakukan transformasi. 85% pemegang keputusan IT mengatakan keamanan siber kini menjadi sangat penting, jauh lebih penting dari masa sebelum pandemik bagi perusahaan mereka, dan dua pertiga darinya mengatakan bahwa hal ini mengakibatkan perusahaan mau tidak mau harus meningkatkan anggaran mereka untuk memperkuat infrastruktur keamanan siber mereka.
Persiapan untuk Masa Depan Budaya Kerja yang Baru
Dengan lebih dari sepertiga perusahaan di dunia mengatakan akan terus melakukan WFH pascapandemik, para praktisi dan pemegang keputusan TI dituntut untuk terus meningkatkan keamanan siber perusahaan guna mendukung masa depan bisnis yang lebih efektif, fleksibel, dan aman.
Cisco juga memberikan tiga rekomendasi bagi para praktisi dan pemegang keputusan TI yang bisa dilakukan dalam menghadapi kehidupan pascapandemik:
Lihat Juga :