Ilmuwan Mengembangkan Icebot untuk Eksplorasi Planet yang Membeku

Senin, 11 Januari 2021 - 10:01 WIB
loading...
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan ingin membuat robot dengan bahan es. Tujuannya agar mudah memperbaiki robot yang rusak dengan bahan baku yang tersedia di sekitarnya. Foto/IFL Sciene
A A A
JAKARTA - Saat ini sejumlah negara terus berlomba bisa menjelajah ruang angkasa sehingga menghasilkan beberapa ide yang menarik. Bulan lalu insinyur Jepang akan membuat satelit dari kayu untuk mengurangi sampah ruang angkas.

Dilansir IFL Science, inovasi terbaru dan cukup menarik datang dari GRASP Lab di University of Pennsylvania. Tidak menggunakan logam, para ilmuwan ingin membuat robot dengan bahan es. Tujuannya agar mudah memperbaiki robot yang rusak dengan bahan baku yang tersedia di sekitarnya. (Baca: Tak Hanya Angkut Orang, Elon Musk Juga Ingin Bangun Negara di Mars)

Dalam studi mereka, yang dipresentasikan di IEEE/RSJ International Conference on Intelligent Robots and Systems (IROS), Devin Carroll dan Mark Yim membuat konsep robot yang terbuat dari es dan dapat dikendarai. Dengan nama IceBot, ilmuwan menunjukkan robot tersebut berfungsi dan dapat bertahan (tidak meleleh) pada suhu kamar.

"Salah satu tantangan membuat robot untuk menjelajah ruang angkasa adalah biaya yang mahal dan akan rusak seiring perjalanan waktu. Akhirnya Mark dan saya mulai mengeksplorasi ide membuat robot dari bahan baku yang mudah ditemukan di planet membeku untuk mengurangi biaya perbaikan," ata Carroll dalam wawancara dengan IEEE Spectrum.

Masalah yang sering ditemui saat penjelajahan planet adalah kegagalan fungsi atau menabrak medan kasar yang bisa mematahkan roda. Dalam banyak kasus, jika terjadi kerusakan maka operasional robot tersebut sudah berakhir. Mengirim misi luar angkasa untuk memperbaiki robot tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat, karena di Mars tidak ada bengkel. (Baca juga: Sebentar Lagi, NASA Ingin Robot Anjing berkeliaran di Mars)

Untuk mengatasi masalah tersebut, sudah sebliknya, para peneliti beralih ke salah satu bahan terakhir untuk membuat robot yang bahan bakunya tersedia di planet yang membeku, yakni es. Jelas, sirkuit robot tidak bisa dibuat dari es, tapi sasis dan rodanya bisa.

Jika memungkinkan untuk membuat robot yang terbuat dari es, robot tersebut akan memiliki banyak suku cadang alam di banyak permukaan planet yang dieksplorasinya. Untungnya lagi, es tidak membutuhkan lem atau pemotong laser untuk memahatnya menjadi bentuk dan struktur tertentu, sehingga robot kemungkinan dapat memperbaiki kerusakan dan bahkan membuat bagiannya sendiri di masa mendatang.

Sementara itu, membuat robot dari es akan jauh lebih murah daripada komposit yang digunakan saat ini dan dapat digunakan untuk membuat robot sekali pakai. (Baca juga: Hancur, Pesawat Ruangn Angkasa Hanya Bisa Bertahan Dua Jam di Planet Venus)

IceBot adalah iterasi yang sangat awal dan hanya ada sebagai bukti konsep, jadi raja es elektronik belum akan mengambil alih, tetapi ini jelas merupakan konsep yang menarik. Para peneliti juga menyatakan bahwa sementara es memecahkan beberapa masalah yang baru muncul, seperti transportasi robot harus cukup dingin untuk mempertahankan strukturnya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved