Pusat Grosir Senen Jaya, Surganya Para penggemar Jam

Jum'at, 08 Januari 2021 - 16:45 WIB
loading...
A A A
Bujang asli kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat ini, sudah 15 tahun menjadi pedagang jam tangan di Pusat Grosir Senen. Ia meneruskan usaha dari sang ayah yang kini memilih istirahat di rumah saja. “Bukan hanya saya, hampir semua pedagang di sini adalah bawaan keluarga. Kita sudah biasa sih nerusin dagang dari keluarga, sudah turun temurun,” kata dia.

Berbagai jenis merek jam tangan tiruan berlabel internasional seperti Casio, G-Shock, Q&Q serta Swiss Army banyak dijual. Yoko menyebut, untuk produk asli jam tangan merek di atas adalah buatan Jepang. Sementara Swiss Army dibuat di Swiss. Mayoritas jam tangan yang dijual di Pasar Senen berasal dari China dan Taiwan.

Rata-rata untuk jam tangan jarum (analog) dan digital dijual per lusin. Harga satuan untuk jam analog itu mulai Rp39.000/pcs, digital Rp45.000/pcs untuk merek Casio, Q&Q dan Swiss Army. “Kalau jam tangan karakter anak lebih murah, Rp5.000 juga dapat kalau belinya lusinan,” tutur Yoko.

Tidak semua kios menjual jam tangan murah meriah. Di Blok IV Sindonews mendatangi salah satu kios jam tangan dengan pemilik Han-Han (42). Tokonya menjual jam tangan asli, seperti merek Casio G-Shock, yang dibanderol mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 4 juta/pcs. Jam tangan G-Shock yang ia jual tersebut berasal dari Jepang.

“Harganya tergantung jenis dan bahannya. Yang asli dari timah bahan sekelilingnya, yang KW dari bahan kuningan tapi hampir sama bahkan mitip dengan aslinya. Yang asli itu punya sertifikat, yang KW tidak ada. Harganya juga jauh, yang asli bisa Rp1,5 juta-4 juta ada juga yang sampai Rp6 juta. Kalau yang saya jual ini asli dari agen yang impor langsung dari Jepang. Tapi yang KW saya juga punya, Rp250.000-an/pcs,” paparnya.

Tak hanya itu, kacamata, tas dan sepatu juga juga dijual lusinan. Paling riuh produk kacamata. Etalasenya menyebar di mana-mana menawarkan model-model baru. Harga kacamata di Senen Jaya lebih murah ketimbang pusat geosir kacamata lain di Jakarta. Ini karena padagang mendapatkan pasokan dari produsen pabrik langsung tanpa berbagai lapis perantara. “Harganya murah banget. Bisa kalap (belanja),” ujar Nonik Soraya (27), salah seorang pengunjung Pusat Grosir Senen Jaya Blok IV.

Nonik sengaja datang ke Blok IV Senen untuk mengganti frame kacamatanya yang sudah usang. Pegawai salah satu bank di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, itu mengaku kerap mengunjungi Pasar Senen Jaya untuk berbelanja kebutuhan hidupnya. “Apa saja sih ke sini. Habis murah sih. Mau nyari sayuran, makanan, pakaian, sepatu, kaca mata semuanya lengkap. Terus dekat juga sama kantor, jadi bisa melipir,” kelakarmya.
Pusat Grosir Senen Jaya, Surganya Para penggemar Jam

Beda lagi dengan Zuraidah (39). Wanita asli Palopo, Sulawesi Selatan, ini punya agenda khusus berkunjung ke Pusat Grosir Senen Blok IV. Zuraidah adalah seorang pedagang kacamata, tas, sepatu, jam tangan, alat kesehatan dan aksesoris elektronik di Kota Palopo, sekitar 8 jam dari Kota Makassar. Sebulan sekali ia datang ke Pasar Senen ditemani 2 karyawannya. Sekali belanja jumlahnya bisa ratusan barang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Smartwatch Rp12 Juta...
Smartwatch Rp12 Juta yang Bisa Menyelam 150 Meter: Huawei Watch Ultimate 2 Resmi Hadir
Meta Akan Meluncurkan...
Meta Akan Meluncurkan Smartwatch Malibu 2 Tahun Ini
DIlengkapi 170 Mode...
DIlengkapi 170 Mode Sport, Baterai Amazfit Active Max Sampai 25 Hari
Apple Gugat Mantan Karyawannya...
Apple Gugat Mantan Karyawannya karena Bocorkan Rahasia Apple Watch ke Oppo
Ingin Beli Smartwatch...
Ingin Beli Smartwatch Impian? Lakukan Tips Ini agar Cashflow Tetap Lancar!
Jam Tangan Pintar Makin...
Jam Tangan Pintar Makin Laris, tapi Perlukah Punya di 2025?
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Smartwatch di Pergelangan...
Smartwatch di Pergelangan Bangsa: Membaca Indonesia Melalui Heidegger, Merleau-Ponty, dan Simondon
Singapura Larang Siswa...
Singapura Larang Siswa Gunakan HP dan Smartwatch di Sekolah Mulai 2026
Rekomendasi
Insiden Penembakan Dekat...
Insiden Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris Bayangi Piala Dunia 2026
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Berita Terkini
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Infografis
Sejarah Terbentuknya...
Sejarah Terbentuknya Tim Wingsuit Kopasgat, Minimal Punya 1.500 Jam Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved