Bocah 12 Tahun di Inggris Gugat TikTok karena Gunakan Data Pribadinya
Minggu, 03 Januari 2021 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
Dalam membuat keputusannya awal pekan ini, Hakim Mark Warby, mengatakan, anak itu bermaksud untuk pergi ke pengadilan dengan menegaskan -benar atau salah - bahwa hak privasinya dan hak orang lain seperti dia telah dilanggar dengan cara yang menyerukan pemulihan. Hakim menambahkan, tidak memberikan anak tersebut anonimitasnya bisa "berdampak mengerikan pada tuntutan anak-anak untuk membuktikan hak perlindungan data mereka".
Di Eropa, pengumpulan data pribadi anak-anak TikTok berada di bawah pengawasan ketat oleh pengawas UE. Kepala Perlindungan Data pada bulan Juni membentuk satuan tugas di tengah rencana mengoordinasikan penyelidikan atas "pemrosesan dan praktik TikTok".
Dalam sebuah pernyataan, TikTok mengatakan, "Privasi dan keamanan adalah prioritas utama TikTok dan kami memiliki kebijakan, proses, dan teknologi yang kuat untuk melindungi semua pengguna, dan khususnya pengguna yang lebih muda."
Karena perusahaan induk TikTok adalah perusahaan China ByteDance, sudah ada pertanyaan di AS tentang apa yang terjadi pada data pribadi milik pelanggan TikTok yang mendaftar ke aplikasi. Pemerintahan AS saat ini bertindak seolah-olah semua perusahaan China mencuri data dari perusahaan dan konsumen Amerika. Lalu mengirimkannya ke Pemerintah Komunis China di Beijing. Skenario ini tidak pernah dapat dibuktikan oleh AS.
Pada akhir kuartal terakhir, aplikasi TikTok telah di-instal dari App Store dan Google Play Store lebih dari dua miliar kali dengan lebih dari 800 juta pengguna aktif. (Baca juga: Piala Dunia U-20 Batal, Pemain Timnas U-19 Ngaku Sedih )
Di Eropa, pengumpulan data pribadi anak-anak TikTok berada di bawah pengawasan ketat oleh pengawas UE. Kepala Perlindungan Data pada bulan Juni membentuk satuan tugas di tengah rencana mengoordinasikan penyelidikan atas "pemrosesan dan praktik TikTok".
Dalam sebuah pernyataan, TikTok mengatakan, "Privasi dan keamanan adalah prioritas utama TikTok dan kami memiliki kebijakan, proses, dan teknologi yang kuat untuk melindungi semua pengguna, dan khususnya pengguna yang lebih muda."
Karena perusahaan induk TikTok adalah perusahaan China ByteDance, sudah ada pertanyaan di AS tentang apa yang terjadi pada data pribadi milik pelanggan TikTok yang mendaftar ke aplikasi. Pemerintahan AS saat ini bertindak seolah-olah semua perusahaan China mencuri data dari perusahaan dan konsumen Amerika. Lalu mengirimkannya ke Pemerintah Komunis China di Beijing. Skenario ini tidak pernah dapat dibuktikan oleh AS.
Pada akhir kuartal terakhir, aplikasi TikTok telah di-instal dari App Store dan Google Play Store lebih dari dua miliar kali dengan lebih dari 800 juta pengguna aktif. (Baca juga: Piala Dunia U-20 Batal, Pemain Timnas U-19 Ngaku Sedih )
(iqb)
Lihat Juga :