NASA Dapat Jatah 10% Asteroid Ryugu Milik JAXA Jepang

Rabu, 16 Desember 2020 - 13:15 WIB
loading...
A A A
"Gambar yang diambil Hayabusa2 selama operasi pendaratannya membuat kami yakin bahwa pesawat ruang angkasa itu mengumpulkan sampel Ryugu," ucap Satoru Nakazawa, Wakil Manajer Misi, dalam email saat berada di Woomera, Australia. Tetapi tim tidak dapat mengetahui secara pasti sampai mereka membongkar kapsul tersebut dan melihat debu gelap.

Sekitar 57 jam setelah kapsul ditemukan, tim mengirimkannya kembali ke Jepang. "Pengiriman cepat, berarti sampel yang kami dapatkan dari Ryugu sangat murni tanpa kontaminasi dari atmosfer Bumi dan kami memastikan bahwa tidak ada kebocoran," kata Tsuda.

"Setelah kapsul dibuka sepenuhnya, kemungkinan hari ini, ilmuwan JAXA akan mengukur massa bahan dan mempelajari komposisi dan strukturnya. Mereka berharap dapat mengumpulkan setidaknya 0,1 gram material," kata Yoshikawa Makoto, Manajer Misi untuk Hayabusa2 di JAXA.

Sekitar 10% dari materi yang dibawa pesawat ruang angkasa ini akan dikirim ke NASA pada Desember 2021 untuk ditukar dengan sampel dari Asteroid Bennu. Material tersebut dikumpulkan oleh pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx pada bulan Oktober kemarin dan akan tiba di Bumi pada akhir 2023. Sebanyak 15% lainnya akan tersedia untuk peneliti internasional, dan sekitar 40% akan disimpan untuk diselidiki oleh ilmuwan masa depan.

Hayabusa2 mengumpulkan sampel selama satu setengah tahun mengebor dan mendorong Ryugu -asteroid kecil berbentuk seperti bola. Ryugu adalah asteroid tipe C, atau kaya karbon, yang menurut para ilmuwan mengandung mineral organik dan terhidrasi yang diawetkan sejak 4,6 miliar tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
Ilmuwan Temukan Kehidupan...
Ilmuwan Temukan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu
Merinding! Setelah 50...
Merinding! Setelah 50 Tahun Melayang di Antariksa, Voyager 1 Tiba di Tepi Tata Surya
NASA Deteksi Semburan...
NASA Deteksi Semburan Flare Matahari Kembali Normal
Karena Alasan Ini, Batu...
Karena Alasan Ini, Batu dari Mars di Afrika Diselidiki
Asteroid 2024 YR4 Diklaim...
Asteroid 2024 YR4 Diklaim Akan Menabrak Bulan
Mengenal Prof Premana,...
Mengenal Prof Premana, Dosen Astronomi ITB yang Namanya Abadi di Langit
Sahabat Miliarder Elon...
Sahabat Miliarder Elon Musk Mengambil Alih NASA, Janjikan Ini
Perseteruan Trump-Musk...
Perseteruan Trump-Musk Bakal Picu Krisis Terbesar Sejarah NASA
Rekomendasi
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
Comeback McGregor Berakhir...
Comeback McGregor Berakhir Tragis, Cedera di Detik Pertama dan Kalah TKO
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved