Facebook Pertama Kali Ungkap Angka Konten Ujaran Kebencian

loading...
Facebook Pertama Kali Ungkap Angka Konten Ujaran Kebencian
Ilustrasi Facebook. FOTO/ Ist
MENLO PARK - Facebook untuk pertama kalinya mengungkap angka prevalensi ujaran kebencian di platformnya. Baca Juga : Mewaspadai Cita Rasa Dunia: Indah tapi Beracun

Raksasa media sosial itu mengatakan bahwa dari setiap 10.000 konten yang diposting pada kuartal ketiga, 10 hingga 11 termasuk dalam ujaran kebencian. BACA JUGA - Hebat! Tanpa Diperiksa LAPAN Tahu Detail Meteor yang Jatuh di Medan

Perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu mengaku telah mengambil tindakan terhadap 22,1 juta konten ujaran kebencian pada kuartal ketiga, sekitar 95 persen di antaranya diidentifikasi secara proaktif. Sementara dibandingkan kuartal sebelumnya Facebook telah menindak dengan 22,5 juta.

Perusahaan mendefinisikan 'mengambil tindakan' adalah tindakan menghapus konten, menutupnya dengan peringatan, menonaktifkan akun, atau meneruskannya ke lembaga eksternal.



Beberapa waktu lalu, kelompok hak-hak sipil mengorganisir boikot iklan yang meluas untuk mencoba menekan Facebook agar bertindak melawan ujaran kebencian.

Perusahaan setuju untuk mengungkapkan metrik ujaran kebencian, dihitung dengan memeriksa sampel perwakilan konten yang terlihat di Facebook, dan menyerahkan dirinya ke audit independen atas catatan penegakannya.

Head of Safety and Integrity Facebook Guy Rosen mengatakan bahwa audit tersebut akan selesai pada 2021.



Lebih lanjut, Rosen menyebut bahwa dari 1 Maret hingga pemilihan 3 November, perusahaan menghapus lebih dari 265.000 konten dari Facebook dan Instagram di Amerika Serikat karena melanggar kebijakan campur tangan pemilihnya.

"Facebook mengatakan telah mengambil tindakan terhadap 19,2 juta konten kekerasan dan grafis di kuartal ketiga, naik dari 15 juta di kuartal kedua," tutur Rosen dikutip dari Reuters, Sabtu (21/11/2020).

Diketahui bahwa perusahaan media sosial lain seperti Twitter dan YouTube, yang dimiliki oleh Alphabet Inc. Google, tidak pernah mengungkapkan metrik prevalensi serupa seperti yang dirilis Facebook.
(wbs)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top