Mau Cek Fakta di Media Sosial? Cukup lewat WhatsApp Saja
Kamis, 19 November 2020 - 20:13 WIB
loading...
Chatbot cek fakta bernama Kalimasada adalah hasil kolaborasi Mafindo dan WhatsApp. Foto/Fikri K/Capture
A
A
A
JAKARTA - Seiring meningkatnya pengguna media sosial di Indonesia, disinformasi dan hoax yang beredar di masyarakat juga ikut meningkat. (Baca juga: Resep WhatsApp Tangkal Hoax: Amati Isinya, Baca Sampai Habis, Cek Sumbernya )
Berdasarkan catatan Mafindo, sebuah organisasi pencari fakta independen , sepanjang 2018 ada sekitar 1.000 hoax yang beredar di media sosial. Kemudian pada 2019 angkanya naik menjadi 1.200 hoax yang tersebar luas.
Artinya, ada 3-4 hoax yang beredar setiap harinya pada tahun lalu. Lalu sepanjang Januari-November 2020, ada 2.024 hoax yang tersebar di media sosial.
"Di tahun ini mayoritas (hoax) terkait pandemik, pilkada, UU Omnimbus Law, dan isu lain," ungkap Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium Mafindo, saat konferensi pers secara virtual, Kamis (19/11/2020).
Dia juga menjelaskan, dari 2.024 hoax di tahun ini, paling besar tersebar di Facebook. Kemudian diikuti platform lain seperti Twitter dan WhatsApp.
Berdasarkan catatan Mafindo, sebuah organisasi pencari fakta independen , sepanjang 2018 ada sekitar 1.000 hoax yang beredar di media sosial. Kemudian pada 2019 angkanya naik menjadi 1.200 hoax yang tersebar luas.
Artinya, ada 3-4 hoax yang beredar setiap harinya pada tahun lalu. Lalu sepanjang Januari-November 2020, ada 2.024 hoax yang tersebar di media sosial.
"Di tahun ini mayoritas (hoax) terkait pandemik, pilkada, UU Omnimbus Law, dan isu lain," ungkap Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium Mafindo, saat konferensi pers secara virtual, Kamis (19/11/2020).
Dia juga menjelaskan, dari 2.024 hoax di tahun ini, paling besar tersebar di Facebook. Kemudian diikuti platform lain seperti Twitter dan WhatsApp.
Lihat Juga :