Bukan Sekadar Jejaring Pertemanan

Sabtu, 14 November 2020 - 06:01 WIB
loading...
A A A
"Dibuka lewat Friendster, sejak 2003 terus bermunculan berbagai media sosial dengan bermacam keunggulan, keunikan, karakteristik, dan segmentasi beragam. Lalu booming-nya pada 2006 dan 2007 saat Barrack Obama menggunakan peran medsos untuk kampanye sebagai Presiden Amerika Serikat (AS)," papar Aat di Jakarta kemarin.

Hingga kini penggunaan medsos dalam berpolitik semakin masif, tidak hanya oleh Barrack Obama. Presiden AS Donald Trump pun memilih menggunakan medsos untuk melakukan komunikasi publik daripada konferensi pers resmi. Trump memanfaatkan Twitter dan Instagram. Keberhasilannya pun memicu perkembangan medsos baru yang tengah ramai di AS, yaitu Parler.

Aplikasi Parler diluncurkan pada 2018 dan telah banyak diunduh hingga 1 juta kali. Sama seperti Twitter dan Facebook, aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk berbagi komentar, foto, dan berita kepada pengikutnya. Bila dibandingkan dengan Facebook yang sudah diunduh sebanyak 175 juta dan Twitter 50 juta, jumlah pengunduhan Parler masih terbilang kecil. Namun Parler mengusung kebebasan berekspresi, berbeda dengan Twitter dan Facebook yang cenderung berpihak kepada kelompok tertentu. (Baca juga: Ini Manfaat Mengonsumsi 2 Pisang Dalam Sehari)

"Keunggulan aplikasi ini tidak ada pemeriksaan fakta, siapa pun bebas mengungkapkan pendapatnya. Bahkan petugas polisi tidak akan menangkap Anda jika mengungkapkan pendapat yang salah. Karena saya pikir itu yang diinginkan semua orang dan mereka sukai," kata CEO Parler John Matze seperti dilansir Forbes.

Yang menarik dari fitur Parler adalah verifikasinya. Jadi saat pengguna mengirim formulir identifikasi ke Parler, mereka akan menerima lencana yang menunjukkan kepada pengguna lain bahwa platform telah mengonfirmasi identitas mereka. Tentunya verifikasi ini berbeda dengan tanda biru yang diberikan oleh Twitter. Parler menggunakan lencana emas untuk verifikasinya.

"Sejak Juli 2020 aplikasi ini sudah memiliki 2,8 juta pengguna dan menerima sekitar 636.000 unduhan dari Google Play dan App Store di AS pada 8 November lalu. Ini melampaui bulan Juni yang hanya 119.000," tandas John.

Pada prinsipnya aplikasi ini sama dengan Twitter dan Facebook. Pada saat Anda mengunduhnya, platform ini akan meminta nomor telepon atau e-mail yang ingin Anda daftarkan. Setelah itu Anda pun bisa melihat informasi apa yang sedang tren di kanal ini. (Baca juga: Kriminolog: Hoaks Masuk Kategori Kejahatan karena Timbulkan Dampak Buruk)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
X Batasi Pengguna Gratis...
X Batasi Pengguna Gratis hanya 50 Tweet Sehari
Akun Roblox Anak di...
Akun Roblox Anak di Bawah 16 Tahun Akan Dinonaktifkan Mulai 28 Maret, Ini Faktanya
Mark Zuckerberg Diseret...
Mark Zuckerberg Diseret ke Pengadilan Kasus Dampak Medsos terhadap Anak-anak
Turki Terapkan Aturan...
Turki Terapkan Aturan Baru di Medsos untuk Melindungi Anak-anak
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Menyerupai GIF, Threads...
Menyerupai GIF, Threads Mulau Menguji Stiker Animasi
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
MNC University Edukasi...
MNC University Edukasi Siswa Baru SMPN 72 Jakarta tentang Bijak Bermedia Sosial
Rekomendasi
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
Wamentan Sudaryono Dikabarkan...
Wamentan Sudaryono Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
Tantri Kotak Ungkap...
Tantri Kotak Ungkap Update Kasus Dugaan Penipuan, Pelaku Masih Diburu
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved