Canggih, Kecerdasan Buatan Dapat Mendeteksi Infeksi Covid-19 Tanpa Gejala
Sabtu, 07 November 2020 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum munculnya pandemi, tim peneliti telah melatih algoritma pada rekaman batuk dari ponsel untuk mendiagnosis kondisi seperti pneumonia dan asma. Dengan cara yang sama, tim MIT sedang mengembangkan model AI untuk menganalisis rekaman batuk paksa untuk mendeteksi tanda-tanda Alzheimer.
Para peneliti melatih algoritma pembelajaran mesin umum atau jaringan saraf yang dikenal sebagai ResNet50 dengan tujuan membedakan suara yang terkait dengan berbagai tingkat kekuatan pita suara. Penelitian telah menunjukkan bahwa kualitas suara "mmmm" dapat menjadi indikasi seberapa lemah atau kuat pita suara seseorang.
Tim melatih jaringan saraf kedua untuk membedakan keadaan emosional yang terlihat dalam ucapan. Pasien Alzheimer dan orang yang mengalami penurunan neurologis secara umum telah terbukti menunjukkan sentimen tertentu, seperti frustrasi, daripada mereka mengekspresikan kebahagiaan.
Ketika pandemi virus Covid-19 mulai menyebar, Subirana bertanya-tanya apakah kerangka AI mereka untuk Alzheimer mungkin juga berfungsi untuk mendiagnosis Covid-19. Ini didasari oleh penemuan beberapa bukti bahwa pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami gejala neurologis serupa seperti gangguan neuromuskuler sementara.
“Suara bicara dan batuk dipengaruhi oleh pita suara dan organ di sekitarnya. AI dapat mengetahui hanya dari batuk, termasuk hal-hal seperti jenis kelamin, bahasa ibu, atau bahkan keadaan emosi orang tersebut,” kata Subirana. (Baca juga: Perkuat Imunitas dengan Konsumsi Buah)
Dia mengungkapkan bahwa sebenarnya ada sentiment yang tertanam dalam cara batuk seseorang. Kemudian, ia dan tim berpikir bagaimana jika mencoba tanda biologis Alzheimer untuk Covid-19.
Para peneliti melatih algoritma pembelajaran mesin umum atau jaringan saraf yang dikenal sebagai ResNet50 dengan tujuan membedakan suara yang terkait dengan berbagai tingkat kekuatan pita suara. Penelitian telah menunjukkan bahwa kualitas suara "mmmm" dapat menjadi indikasi seberapa lemah atau kuat pita suara seseorang.
Tim melatih jaringan saraf kedua untuk membedakan keadaan emosional yang terlihat dalam ucapan. Pasien Alzheimer dan orang yang mengalami penurunan neurologis secara umum telah terbukti menunjukkan sentimen tertentu, seperti frustrasi, daripada mereka mengekspresikan kebahagiaan.
Ketika pandemi virus Covid-19 mulai menyebar, Subirana bertanya-tanya apakah kerangka AI mereka untuk Alzheimer mungkin juga berfungsi untuk mendiagnosis Covid-19. Ini didasari oleh penemuan beberapa bukti bahwa pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami gejala neurologis serupa seperti gangguan neuromuskuler sementara.
“Suara bicara dan batuk dipengaruhi oleh pita suara dan organ di sekitarnya. AI dapat mengetahui hanya dari batuk, termasuk hal-hal seperti jenis kelamin, bahasa ibu, atau bahkan keadaan emosi orang tersebut,” kata Subirana. (Baca juga: Perkuat Imunitas dengan Konsumsi Buah)
Dia mengungkapkan bahwa sebenarnya ada sentiment yang tertanam dalam cara batuk seseorang. Kemudian, ia dan tim berpikir bagaimana jika mencoba tanda biologis Alzheimer untuk Covid-19.
Lihat Juga :