Mohon Doanya, Pengembang Uji Aplikasi Diagnosis COVID-19 lewat Analisis Batuk
Senin, 02 November 2020 - 03:21 WIB
loading...
Pengembang tengah menguji aplikasi yang menggunakan machine learning guna menganalisa batuknya seseorang sebagai indikasi COVID-19 atau tidak. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Setelah hampir satu tahun hidup dengan virus Corona , tampaknya banyak orang tidak lagi stres setelah bersin atau batuk , atau saat tenggorokan mereka menggelitik. (Baca juga: Aksi Demonstrasi dan Kerumunan, Perpanjang Pandemi COVID-19 hingga Dua Bulan )
Tetapi masih banyak di luar sana yang khawatir tentang tertular virus. AS mencatat 90.000-100.000 kasus baru setiap hari dan Inggris terpaksa melakikan isolasi untuk kedua kalinya. Karena itu, ini bukan saat yang tepat untuk berhenti memakai topeng.
Dan jika Anda masih menggunakan termometer setiap kali batuk, bersin sebagai antisipasi terjangkit virus Corona, mungkin bakal segera ada penggantinya yang lebih akurat dan mudah. Yakni, aplikasi yang akan memberikan jawaban pasti untuk pertanyaan, "Apakah Saya mengidap COVID?"
Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membahas penggunaan Machine Learning (ML) untuk menganalisis batuk. Dengan menggunakan ML, aplikasi belajar untuk membedakan antara mereka yang mengidap COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala, dan mereka yang sehat dan tidak terkena virus.
Tim yang mengerjakan aplikasi tersebut dapat mengumpulkan 70.000 rekaman dari situs web yang memungkinkan masyarakat meninggalkan sampel batuk melalui ponsel cerdas dan perangkat lain. Secara keseluruhan, ada 200.000 sampel batuk yang dikumpulkan dengan 2.500 sampel dikonfirmasi memiliki COVID atau tanpa gejala.
Tetapi masih banyak di luar sana yang khawatir tentang tertular virus. AS mencatat 90.000-100.000 kasus baru setiap hari dan Inggris terpaksa melakikan isolasi untuk kedua kalinya. Karena itu, ini bukan saat yang tepat untuk berhenti memakai topeng.
Dan jika Anda masih menggunakan termometer setiap kali batuk, bersin sebagai antisipasi terjangkit virus Corona, mungkin bakal segera ada penggantinya yang lebih akurat dan mudah. Yakni, aplikasi yang akan memberikan jawaban pasti untuk pertanyaan, "Apakah Saya mengidap COVID?"
Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membahas penggunaan Machine Learning (ML) untuk menganalisis batuk. Dengan menggunakan ML, aplikasi belajar untuk membedakan antara mereka yang mengidap COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala, dan mereka yang sehat dan tidak terkena virus.
Tim yang mengerjakan aplikasi tersebut dapat mengumpulkan 70.000 rekaman dari situs web yang memungkinkan masyarakat meninggalkan sampel batuk melalui ponsel cerdas dan perangkat lain. Secara keseluruhan, ada 200.000 sampel batuk yang dikumpulkan dengan 2.500 sampel dikonfirmasi memiliki COVID atau tanpa gejala.
Lihat Juga :