Begini Cara Teknologi Nokia Kenali Pasien Covid-19 di Antara Ribuan Orang

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 13:36 WIB
loading...
Begini Cara Teknologi...
Nokia berupaya memerangi Covid-19 dengan solusi Deteksi Termal Berbasis Analitik.
A A A
JAKARTA - Sampai sekarang masih menjadi tantangan untuk bisa mengenali pasien Covid-19 di fasilitas umum dan keramaian. Mulai dari pabrik, hingga bandara. Teknologi milik Nokia, bisa jadi salah satu solusinya. BACA JUGA :Pre-Order Nokia C3 Dibuka Hari Ini, Pengamat: Ibarat Kos-Kosan tapi Harga Bintang Lima

Teknologi yang disebut Nokia Automated Analytics Solution itu sifatnya tanpa sentuh. Tapi, dirancang untuk membantu mengenali potensi infeksi Covid-19 di fasilitas yang menampung ribuan orang.

Sistemnya rumit dan canggih. Melebur teknologi analitik, business rules engine, manajemen terpusat, machine learning, serta sensor-sensor di berbagai ruang.

Head of Analytics and IoT for Nokia Amit Shah mengatakan, Nokia Automated Analytics Solution dirancang untuk bisa dipakai di pabrik, pelabuhan, kantor, bandara, sekolah, atau pusat skrining luar ruangan.

Bahkan, Nokia berhasil menerapkan solusi tersebut di beberapa lokasi, termasuk pabriknya sendiri di Chennai, India. Dan berencana menerapkan solusi serupa di perusahaan di berbagai segmen industri.

”Saat pabrik dibuka kembali untuk produksi dan lebih dari 1.000 karyawan kembali bekerja, kami mematuhi peraturan lokal untuk memantau suhu dan penggunaan masker untuk setiap orang yang masuk dan keluar dari lokasi,” ujar Sudarshan Pitty, Head of Nokia Chennai Factory.

Solusi Nokia Automated Analytics disebut Sudarshan memastikan kepatuhan terhadap peraturan secara otomatis dan juga hampir tidak ada waktu tunggu untuk mengantre masuk pabrik.

Bagaimana Cara Kerjanya?
Begini Cara Teknologi Nokia Kenali Pasien Covid-19 di Antara Ribuan Orang

Teknologi ini menghadirkan pendekatan otomatis, sederhana, dan skalabel untuk mengidentifikasi gejala Covid-19 dan memantau kepatuhan masker di area yang dipenuhi ribuan orang

Nokia Automated Analytic Solution menggunakan kamera termal untuk merekam tayangan video dan melakukan pembacaan suhu individual (akurat hingga +/- 0,3 derajat Celcius) untuk setiap orang yang masuk ke lokasi pemutaran.

Mesin analitik dengan cepat memproses klip video untuk menentukan apakah individu memerlukan penyaringan tambahan, atau tidak mematuhi aturan memakai masker.

BACA JUGA :10 Alasan Poco X3 NFC Layak Disebut The Real Mid Range Killer

Melalui pendekatan manajemen terpusat, solusi tersebut memicu alur kerja operasional yang dipilih oleh institusi.

Jika ketidakteraturan terdeteksi, tampilan terpusat di seluruh perusahaan ditampilkan dan SMS waktu nyata atau peringatan email secara otomatis dikirim ke personel di lapangan untuk memulai tindakan pelacakan atau pasca-deteksi.

Seluruh proses berlangsung hampir secara real-time dan operasi tanpa manusia. Sehingga memungkinkan di adopsi ke lingkungan yang sangat besar dengan ribuan orang dan beberapa titik akses sekaligus.

Dampak Besar
Leo Gergs, Research Analyst ABI Research, menyebut bahwa Solusi Analisis Otomatis Nokia ini adalah contoh bagus yang dimainkan oleh vendor infrastruktur jaringan dalam memerangi penyebaran pandemi global, seperti Covid-19.

”Teknologi itu dapat di adopsi untuk pemantauan lalu lintas pelabuhan atau smart city yang butuh analisis data otomatis,” katanya.

Bahkan, setelah kekhawatiran tentang Covid-19 mereda pun, perusahaan dapat tetap menggunakan solusi tersebut untuk mendukung kasus lain. Misalnya melindungi karyawan, pengunjung situs, atau pengawasan pemeliharaan mesin, ancaman keamanan, serta analisis khusus industri yang disesuaikan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kembangkan Jaringan...
Kembangkan Jaringan 6G Cerdas, Nokia Siap Pisahkan Bisnis AI
Pemberontakan Melawan...
Pemberontakan Melawan Smartphone: Nokia Lahir Kembali dengan Ponsel Jadul Rp400 Ribuan dan Baterai Sebulan
Kenapa HP Nokia 3310...
Kenapa HP Nokia 3310 Sangat Kuat Walau Dibanting dan Dibenturkan Tembok?
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Rekomendasi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved