Begini Cara Pesawat NASA Mengambil Contoh Batuan Asteroid Bennu

Rabu, 21 Oktober 2020 - 04:29 WIB
loading...
A A A
Untuk menemukan jenis area ini sangat menantang, menghasilkan sejumlah flybys dekat tambahan dan observasi untuk memilih lokasi sampel yang sesuai. Tim OSIRIS-REx mempertimbangkan lokasi potensial lainnya seperti Osprey, Kingfisher, dan Sandpiper sebelum memilih Nightingale, yang memiliki jumlah material berbutir halus besar.

Pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx NASA akan melakukan tiga manuver terpisah untuk mencapai permukaan asteroid. Langkah pertama disebut pembakaran pos pemeriksaan, di mana pesawat ruang angkasa akan menembakkan pendorongnya untuk menyesuaikan posisinya relatif terhadap lokasi sampel Nightingale.

NASA menjelaska, ketika OSIRIS-REx mencapai perkiraan ketinggian 177 kaki (54 meter), manuver lain yang disebut pembakaran titik korek api akan memperlambat pesawat ruang angkasa turun dan menargetkan jalur agar sesuai rotasi asteroid pada saat terjadi kontak dengan Bennu.

Lengan pengambilan sampel robotik pesawat ruang angkasa, yang disebut mekanisme akuisisi sampel sentuh-dan-pergi (TAGSAM), kemudian akan melakukan kontak dengan permukaan Bennu selama kurang dari 16 detik sebelum kembali ke orbit. Saat bersentuhan dengan asteroid, salah satu dari tiga tabung nitrogen bertekanan akan terbakar, mengaduk sampel debu dan batuan kecil yang kemudian dapat terperangkap di kepala kolektor lengan dan disimpan untuk dikembalikan ke Bumi.

"Turun ke permukaan Bennu akan memakan waktu sekitar empat jam. Pesawat ruang angkasa akan menggunakan pelacakan fitur alami (NFT) untuk mengenali landmark selama turun dan memperbarui posisinya, jika perlu, untuk menavigasi di sekitar batu besar dan memastikan pendaratan aman di ruang yang relatif kosong," kata David Lorenz, Pemimpin kampanye TAG dalam video yang sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
NASA Merilis Gambar...
NASA Merilis Gambar Baru Komet Antarbintang 3I/ATLAS
Ilmuwan Temukan Kehidupan...
Ilmuwan Temukan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu
NASA Deteksi Semburan...
NASA Deteksi Semburan Flare Matahari Kembali Normal
Bima Sakti kini Berada...
Bima Sakti kini Berada di dalam Sebuah Kekosongan Kosmik Raksasa
Karena Alasan Ini, Batu...
Karena Alasan Ini, Batu dari Mars di Afrika Diselidiki
Mengenal Prof Premana,...
Mengenal Prof Premana, Dosen Astronomi ITB yang Namanya Abadi di Langit
Perseteruan Trump-Musk...
Perseteruan Trump-Musk Bakal Picu Krisis Terbesar Sejarah NASA
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Rekomendasi
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved