Pengguna Switch Bebas Pilih Paket lewat Switch & Match

Jum'at, 25 September 2020 - 18:59 WIB
loading...
Pengguna Switch Bebas...
Fitur switch & match . FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Switch, layanan telekomunikasi di Indonesia berbasis digital, meluncurkan fitur terbarunya Switch & Match. Mengutamakan personalisasi pada penggunanya, Switch & Match membebaskan para pengguna memilih service plan sendiri sesuai kebutuhan. BACA JUGA: Bupati Aceh Singkil dan Istrinya Positif COVID-19)

Fitur Switch & Match lahir dari kesadaran Switch atas terbatasnya pilihan penggunaan kuota telepon dan internet pelanggan, dari paket yang disediakan hampir semua provider telekomunikasi. Seringkali pilihan paket yang diberikan juga tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna, belum lagi pengguna harus menyesuaikan dengan waktu penggunaan paket, jenis aplikasi dan lainnya.

Pengguna Switch dapat mengatur kebutuhan kuota data dan telepon secara dinamis tanpa dibatasi oleh pilihan paket yang disediakan oleh provider telekomunikasi. Kehadiran fitur Switch & Match menjadi jawaban bagi para pengguna untuk mengatur kebutuhan tanpa batasan. Untuk setiap pembelian kuota internet melalui Switch & Match, pengguna juga akan mendapatkan bonus emergency quota dan gratis telepon ke sesama nomor Switch. BACA JUGA: Bupati Aceh Singkil dan Istrinya Positif COVID-19)

"Kami sungguh menyadari, kendala umum para pengguna pada pemilihan kuota internet, telepon dan layanan lainnya, dibatasi oleh paket yang sudah disediakan oleh provider. Fitur Switch & Match kami yakini hadir menjadi solusi bagi para pengguna, dengan memberikan kebebasan penuh untuk membuat plan konektivitas secara mandiri, yang disesuaikan dengan kebutuhan. Fitur Switch & Match merupakan bagian dari revolusi provider telekomunikasi," ujar Founder & CEO Switch, Ega Praditya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9).

Co-Founder & Chief Experience Officer Switch, Andry The menambahkan bahwa fitur Switch &Mmatch mendukung pengguna untuk dapat membeli paket kuota sesuai kebutuhan. Penggunaannya cukup mudah, di mana pengguna dapat langsung mengaksesnya lewat aplikasi Switch, kemudian menuju halaman Switch & Match dan tinggal menggeser slider yang disediakan untuk mengatur besar kuota dan durasi telepon yang diinginkan.

"Pengguna juga dapat sign up, membeli SIM card Switch, melakukan aktivasi dan dapat memilih plan sesuai kebutuhan. Setiap pembelian Switch & Match, pengguna juga akan mendapatkan layanan emergency quota yang bisa digunakan saat kuota utama habis," kata dia.

Fitur Switch & Match dapat ditemukan pada halaman Service Plan, setelah itu pengguna dapat segera menentukan kuota internet, menit telepon dan Extra Data. Kuota internet dengan kecepatan full 4G dapat digunakan tanpa batasan waktu dan berlaku bagi semua aplikasi. Kuota menit telepon dapat digunakan dengan besaran durasi yang sama ke semua operator. Di sisi lain, para pengguna juga dapat menambah Extra Data yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi pilihan.

Fitur switch & match berlaku selama 28 hari sejak melakukan transaksi atau pembelian. Pengguna dapat mengatur kuota sebebas mungkin sampai dengan 80GB. Sedangkan Extra Data dapat digunakan sekaligus di perangkat yang berbeda dan tidak memengaruhi konsumsi pada kuota utama. Selain itu, masa aktif yang diberikan pada Extra Data sama dengan paket utamanya yakni 28 hari. Oleh karena itu, layanan Extra Data ini tidak dibatasi oleh perangkat dan waktu.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Aplikasi Pengintai untuk...
Aplikasi Pengintai untuk Identifikasi Jenis Peralatan Militer Diluncurkan
DAMAC Digital Siap Jadikan...
DAMAC Digital Siap Jadikan Indonesia Kekuatan Digital Baru Asia
Stop Pemborosan! Cabut...
Stop Pemborosan! Cabut 3 Alat Ini Sekarang Sebelum Tagihan Listrik Anda Jebol
China Terbitkan Regulasi...
China Terbitkan Regulasi untuk Mengatur Harga Platform Internet
Jepang Hadapi Krisis...
Jepang Hadapi Krisis Demensia, Bisakah Teknologi Jadi Penyelamat?
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Rekomendasi
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Infografis
Pilih Tangkap Putin...
Pilih Tangkap Putin daripada Netanyahu, Uni Eropa Dinilai Munafik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved