Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Rabu, 01 Juli 2026 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menjawab pertanyaan itu, anemon laut hasil rekayasa genetika dipindahkan dari tangki laboratorium ke ekosistem laut luar ruangan yang dialiri air muara alami di Carolina Selatan. Hal ini membuat mereka terpapar berbagai virus dan mikroorganisme yang ditemukan di habitat normal mereka.
Para ilmuwan terkejut mengetahui bahwa imunosupresi justru membantu anemon laut melawan virus dengan lebih efektif.
Perbedaan tersebut menjadi jelas hanya setelah beberapa hari. Anemon laut yang kekurangan gen CARDIB dan gen antivirus terkait mengakumulasi virus secara signifikan lebih banyak daripada individu tanpa modifikasi genetik tersebut.
Para peneliti juga menemukan bahwa gen imun yang tampaknya hanya memiliki peran yang cukup penting dalam percobaan laboratorium menjadi sangat penting dalam kondisi lingkungan alami.
Ini menunjukkan bahwa penemuan ini bukan sekadar fenomena laboratorium. Penemuan ini memainkan peran penting dalam membantu hewan-hewan ini mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh virus di alam liar.
Temuan ini menunjukkan bahwa evolusi tidak berhenti pada satu strategi antivirus universal. Sebaliknya, kelompok hewan yang berbeda mungkin secara independen mengembangkan sistem molekuler yang berbeda untuk mendeteksi virus dan mencegah penyebarannya.
Para ilmuwan terkejut mengetahui bahwa imunosupresi justru membantu anemon laut melawan virus dengan lebih efektif.
Perbedaan tersebut menjadi jelas hanya setelah beberapa hari. Anemon laut yang kekurangan gen CARDIB dan gen antivirus terkait mengakumulasi virus secara signifikan lebih banyak daripada individu tanpa modifikasi genetik tersebut.
Para peneliti juga menemukan bahwa gen imun yang tampaknya hanya memiliki peran yang cukup penting dalam percobaan laboratorium menjadi sangat penting dalam kondisi lingkungan alami.
Ini menunjukkan bahwa penemuan ini bukan sekadar fenomena laboratorium. Penemuan ini memainkan peran penting dalam membantu hewan-hewan ini mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh virus di alam liar.
Temuan ini menunjukkan bahwa evolusi tidak berhenti pada satu strategi antivirus universal. Sebaliknya, kelompok hewan yang berbeda mungkin secara independen mengembangkan sistem molekuler yang berbeda untuk mendeteksi virus dan mencegah penyebarannya.
(wbs)
Lihat Juga :