Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia

Senin, 29 Juni 2026 - 20:31 WIB
loading...
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia. Foto/ viet
A A A
LONDON - Peningkatan lingkar pinggang seiring bertambahnya usia mungkin bukan hanya disebabkan oleh makan berlebihan atau kurang olahraga, karena para ilmuwan telah menemukan sekelompok sel yang muncul seiring bertambahnya usia tubuh yang dapat mendorong pembentukan lemak baru.


Lemak perut di usia paruh baya bukan hanya disebabkan oleh makan berlebihan; hal itu mungkin terkait dengan pertumbuhan sel baru.

Bukti menunjukkan bahwa lemak perut meningkat seiring bertambahnya usia.
Banyak orang yang memasuki usia paruh baya menyadari perubahan yang sangat umum: lingkar pinggang mereka secara bertahap bertambah, meskipun berat badan keseluruhan mereka tidak meningkat secara signifikan.

Hal ini sejak lama dianggap sebagai konsekuensi dari gaya hidup, metabolisme yang melambat, atau penurunan massa otot seiring bertambahnya usia. Namun, sebuah studi baru menunjukkan bahwa perubahan yang lebih dalam mungkin terjadi di dalam jaringan lemak pada tingkat seluler.

Para ilmuwandi City of Hope, sebuah pusat penelitian dan pengobatan biomedis di AS, mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi sekelompok sel induk dewasa yang terkait dengan peningkatan lemak perut seiring bertambahnya usia.

Temuan ini, yang dipublikasikan di jurnalScience, membuka jalan baru untuk menjelaskan peningkatan lemak perut pada usia paruh baya.

Dr. Qiong (Annabel) Wang, penulis pendamping studi dan profesor madya endokrinologi molekuler dan seluler di Arthur Riggs Institute for Diabetes and Metabolism Research di City of Hope, mengatakan bahwa orang biasanya kehilangan otot dan bertambah lemak seiring bertambahnya usia, meskipun berat badan keseluruhan mereka relatif tidak berubah.

Tim peneliti menemukan bahwa proses penuaan dapat memicu munculnya jenis sel induk matang baru, yang secara signifikan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menciptakan lebih banyak sel lemak, terutama di sekitar area perut.

Para ilmuwan sebelumnya mengetahui bahwa sel-sel lemak yang ada dapat membesar seiring bertambahnya usia. Tim peneliti mengajukan pertanyaan lain: apakah jaringan lemak yang menua menciptakan sel-sel lemak baru?

Untuk melakukan investigasi, mereka memfokuskan perhatian pada jaringan adiposa putih, jenis jaringan yang memainkan peran utama dalam penyimpanan energi dalam tubuh dan berhubungan langsung dengan penumpukan lemak perut.

Dalam percobaan pada tikus, tim peneliti mengambil sel progenitor penghasil lemak dari tikus muda dan tua, lalu mencangkokkannya ke tikus muda. Hasilnya menunjukkan bahwa sel yang diambil dari tikus tua menghasilkan sejumlah besar sel lemak baru.

Sebaliknya, ketika sel dari tikus muda ditransplantasikan ke tikus yang lebih tua, sel-sel lemak yang dihasilkan lebih sedikit. Hasil ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi lemak yang kuat terletak pada sel-sel yang menua itu sendiri, dan bukan sepenuhnya bergantung pada lingkungan tubuh penerima.

Dengan menggunakan teknik pengurutan RNA sel tunggal, tim peneliti mengamati aktivitas gen di dalam setiap sel.

Mereka menemukan bahwa sel progenitor penghasil lemak cukup "tenang" pada tikus muda, tetapi menjadi sangat aktif ketika tikus mencapai usia paruh baya.

Sebagian dari sel-sel ini berubah menjadi kelompok sel baru, yang dikenal sebagai sel profat spesifik usia. Sel-sel ini dianggap sebagai "pelaku" potensial yang merangsang tubuh untuk menciptakan lebih banyak lemak baru.

Dr. Adolfo Garcia-Ocana, kepala endokrinologi molekuler dan seluler di City of Hope, meyakini bahwa ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bahwa lingkar pinggang dapat membesar seiring bertambahnya usia karena sel progenitor pembentuk adiposa secara dramatis meningkatkan kemampuannya untuk memproduksi sel lemak baru.

Tim peneliti juga menemukan bahwa jalur pensinyalan LIFR memainkan peran penting dalam proses ini.

LIFR dapat dipahami sebagai saluran sinyal antar sel, yang membantu kelompok proadiposit spesifik usia untuk berkembang biak dan menjadi sel lemak.

Pada tikus muda, sinyal ini tidak memainkan peran utama dalam produksi lemak, sedangkan pada tikus yang lebih tua, sinyal ini menjadi jauh lebih penting.

Untuk mengetahui apakah mekanisme ini relevan bagi manusia, para ilmuwan menganalisis sampel jaringan manusia dari berbagai kelompok usia.

Mereka menemukan sel-sel yang menyerupai sel profat spesifik usia, yang lebih sering muncul di jaringan individu usia menengah dan juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan sel lemak baru.

Namun, penelitian ini belum berarti metode baru untuk mengurangi lemak perut sudah siap.

Para ilmuwan masih perlu terus memantau kelompok sel ini dalam organisme hidup, memahami bagaimana sel-sel ini muncul pada manusia dan menilai potensi intervensi yang aman.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Rekomendasi
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved