Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Jum'at, 26 Juni 2026 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Micron, salah satu produsen memory terbesar dunia, baru melaporkan revenue meningkat empat kali lipat dalam kuartal terbaru. Gross margin mereka melompat dari 39 persen setahun lalu menjadi 84,9 persen—melebihi profitabilitas Nvidia dan Meta.
Keadaan ini menciptakan kelangkaan supply yang sangat akut untuk produk konsumen.
Memory makers mengejar margin besar dari AI customers, membiarkan konsumen biasa tidak terlayani. Pasar menjadi pasar penjual murni.
"Kami tidak pernah melihat peningkatan harga komponen sebanyak ini, secepat ini," kata Apple dalam statement resminya.
"Kami telah melindungi konsumen dari kenaikan ini sejauh ini, tetapi sekarang kami telah mencapai titik di mana kami perlu mulai menaikkan harga sejumlah produk."
Paolo Pescatore, analis teknologi, berkomentar: "Ini menunjukkan bahwa AI boom sekarang mempengaruhi consumer electronics." Bahkan dengan buying power sebesar Apple, perusahaan tidak kebal terhadap inflasi komponen.
David Naranjo dari Counterpoint Research memproyeksikan brand kompetitor akan mengikuti. "Mereka bisa menaikkan harga produk tertentu, memotong diskon model entry-level, atau menyesuaikan product line ke arah premium," kata Naranjo.
Keadaan ini menciptakan kelangkaan supply yang sangat akut untuk produk konsumen.
Memory makers mengejar margin besar dari AI customers, membiarkan konsumen biasa tidak terlayani. Pasar menjadi pasar penjual murni.
"Kami tidak pernah melihat peningkatan harga komponen sebanyak ini, secepat ini," kata Apple dalam statement resminya.
"Kami telah melindungi konsumen dari kenaikan ini sejauh ini, tetapi sekarang kami telah mencapai titik di mana kami perlu mulai menaikkan harga sejumlah produk."
Paolo Pescatore, analis teknologi, berkomentar: "Ini menunjukkan bahwa AI boom sekarang mempengaruhi consumer electronics." Bahkan dengan buying power sebesar Apple, perusahaan tidak kebal terhadap inflasi komponen.
David Naranjo dari Counterpoint Research memproyeksikan brand kompetitor akan mengikuti. "Mereka bisa menaikkan harga produk tertentu, memotong diskon model entry-level, atau menyesuaikan product line ke arah premium," kata Naranjo.
Lihat Juga :