Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Jum'at, 26 Juni 2026 - 10:58 WIB
loading...
Indonesia mencatat 5,16 miliar anomali trafik siber sepanjang 2025. ITSEC Asia dan BSSN menjawabnya bukan dengan seminar—tapi simulasi krisis langsung. Foto: ITSEC
A
A
A
JAKARTA - Angka 5,16 miliar bukan jumlah transaksi e-commerce. Itu jumlah anomali trafik siber yang dicatat Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sepanjang 2025 di Indonesia.
Artinya: rata-rata 14 juta potensi insiden per hari. Dan sebagian besar organisasi belum siap meresponsnya.
Untuk mengubah kesadaran jadi kesiapan nyata, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) bersama Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) menggelar Roadshow Gerakan Nasional Ketahanan Siber (GNKS) di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, 25 Juni 2026.
Peserta tidak hanya mendengar paparan. Mereka menjalani Executive Tabletop Exercise dalam lima tahapan: memahami konteks ancaman, menyusun mitigasi, menjalani simulasi krisis, mempresentasikan keputusan, lalu evaluasi bersama.
Tiga output konkret dibawa pulang peserta:
Security Flow — matriks risiko berdasarkan dampak dan probabilitas insiden
Security Design Concept — gambaran penerapan keamanan pada alur data, batas kepercayaan, dan mekanisme autentikasi
Security Skills Assessment & Recognition — ukuran peningkatan kompetensi menghadapi insiden siber
Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, menegaskan bahwa krisis siber bukan lagi urusan tim IT semata:
"Ketika sebuah insiden terjadi, dampaknya bisa meluas ke operasional bisnis, layanan kepada pelanggan, hingga reputasi organisasi. Para pengambil keputusan juga perlu memahami bagaimana merespons situasi tersebut dengan cepat dan tepat. Kami ingin peserta pulang dengan sesuatu yang dapat langsung digunakan."
Slamet Aji Pamungkas, Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, menekankan bahwa penguatan kapasitas adalah syarat keberlanjutan ekonomi digital nasional:
"Pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai risiko siber," katanya.
Firlie Ganinduto, Ketua Umum ADIGSI, menambahkan bahwa Makassar dipilih karena posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur—kawasan yang digitalisasinya makin cepat, tapi kesiapan siber masih tertinggal:
![Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025]()
"Banyak organisasi sudah menyadari pentingnya keamanan siber, namun tantangan berikutnya adalah bagaimana menerjemahkan kesadaran tersebut menjadi tindakan nyata."
GNKS bukan acara tunggal. Ini rangkaian roadshow nasional yang sudah dan akan menyambangi:
Banten — 30 April 2026
Makassar — 25 Juni 2026
Pontianak, Bali, Yogyakarta, Medan — menyusul
ITSEC Asia adalah perusahaan keamanan siber yang didukung lebih dari 400 ahli tersebar di Indonesia, Singapura, Australia, Mauritius, dan Dubai.
Artinya: rata-rata 14 juta potensi insiden per hari. Dan sebagian besar organisasi belum siap meresponsnya.
Untuk mengubah kesadaran jadi kesiapan nyata, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) bersama Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) menggelar Roadshow Gerakan Nasional Ketahanan Siber (GNKS) di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, 25 Juni 2026.
Peserta tidak hanya mendengar paparan. Mereka menjalani Executive Tabletop Exercise dalam lima tahapan: memahami konteks ancaman, menyusun mitigasi, menjalani simulasi krisis, mempresentasikan keputusan, lalu evaluasi bersama.
Tiga output konkret dibawa pulang peserta:
Security Flow — matriks risiko berdasarkan dampak dan probabilitas insiden
Security Design Concept — gambaran penerapan keamanan pada alur data, batas kepercayaan, dan mekanisme autentikasi
Security Skills Assessment & Recognition — ukuran peningkatan kompetensi menghadapi insiden siber
Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, menegaskan bahwa krisis siber bukan lagi urusan tim IT semata:
"Ketika sebuah insiden terjadi, dampaknya bisa meluas ke operasional bisnis, layanan kepada pelanggan, hingga reputasi organisasi. Para pengambil keputusan juga perlu memahami bagaimana merespons situasi tersebut dengan cepat dan tepat. Kami ingin peserta pulang dengan sesuatu yang dapat langsung digunakan."
Slamet Aji Pamungkas, Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, menekankan bahwa penguatan kapasitas adalah syarat keberlanjutan ekonomi digital nasional:
"Pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai risiko siber," katanya.
Firlie Ganinduto, Ketua Umum ADIGSI, menambahkan bahwa Makassar dipilih karena posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur—kawasan yang digitalisasinya makin cepat, tapi kesiapan siber masih tertinggal:
%2C%20Eddy%20Wahyudi%20-%20Expert%20Staff%20CEO%20(kedua%20kanan.jpg)
"Banyak organisasi sudah menyadari pentingnya keamanan siber, namun tantangan berikutnya adalah bagaimana menerjemahkan kesadaran tersebut menjadi tindakan nyata."
GNKS bukan acara tunggal. Ini rangkaian roadshow nasional yang sudah dan akan menyambangi:
Banten — 30 April 2026
Makassar — 25 Juni 2026
Pontianak, Bali, Yogyakarta, Medan — menyusul
ITSEC Asia adalah perusahaan keamanan siber yang didukung lebih dari 400 ahli tersebar di Indonesia, Singapura, Australia, Mauritius, dan Dubai.
(dan)
Lihat Juga :