Survei Membuktikan, Orang Indonesia Banyak Belanja Online Selama PSBB
Senin, 21 September 2020 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
"Kami memperkirakan angka ini akan terus meningkat dengan periode 11.11 pada bulan November mendatang dan musim liburan pada bulan Desember dan Januari,” sebut Mense.
Selama paruh pertama tahun ini dan di tengah periode lockdown karena COVID-19, kawasan Asia Pasifik mengalami pertumbuhan interaksi online. Di mana para marketer melihat adanya peningkatan dalam aktivitas retargeting dan user acquisition.
Di Indonesia sendiri, para pengguna Android mengalami lonjakan angka konversi retargeting sebesar 2,3x antara Januari 2019 (3,5%) hingga Juni 2020 (7,9%). Serta konversi retargeting sebesar 50% antara Januari dan Februari 2020.
Puncak lonjakan konversi retargeting terjadi pada bulan Mei (8,1%)-Juni (7,9%) yang melampaui periode Q4 sebesar 36%. Indonesia mengalami penurunan penginstalan non-organik sebesar 40% antara bulan Oktober 2019 (6,2%) dan Januari (3,7%). Akan tetapi, terdapat kenaikan yang lambat menjelang bulan April (4,4%) tapi kemudian meningkat cukup drastis 15% pada Mei (5,7%).
Pandemik COVID-19 secara keseluruhan telah mendorong pertumbuhan aplikasi di Asia Pasifik yang terlihat dari naiknya minat di aplikasi shopping. Biasanya digunakan para pelanggan untuk membeli produk atau sekedar ‘window shop’.
Sebelum pandemik terjadi, di Asia Pasifik terdapat pertumbuhan sebesar 28% di angka sesi in-app, antara Juli 2019 (5%) dan Desember 2019 (6,4%).
Sama halnya dengan Indonesia yang mengalami lonjakan sesi user sebesar 70% selama periode wacana pemberlakuan PSBB pada bulan Februari 2020 (5,2%) hingga Ramadan pada Mei 2020 (9,1%) yang membuat lebih banyak orang berbelanja untuk keluarga mereka. Angka ini berkurang ke 8,1% pada Juni 2020 ketika Indonesia memasuki periode PSBB transisi. (Baca juga: Darurat Covid-19, Muhammadiyah Minta DPR Menunda RUU Cipta Kerja )
Antara Juli 2019-November 2019, laporan ini juga menunjukan naiknya penginstalan aplikasi e-commerce sebesar 17% selama musim liburan di Asia Pasifik. Dengan penginstalan aplikasi shopping umum lebih diminati dibandingkan dengan aplikasi marketplace.
Selama paruh pertama tahun ini dan di tengah periode lockdown karena COVID-19, kawasan Asia Pasifik mengalami pertumbuhan interaksi online. Di mana para marketer melihat adanya peningkatan dalam aktivitas retargeting dan user acquisition.
Di Indonesia sendiri, para pengguna Android mengalami lonjakan angka konversi retargeting sebesar 2,3x antara Januari 2019 (3,5%) hingga Juni 2020 (7,9%). Serta konversi retargeting sebesar 50% antara Januari dan Februari 2020.
Puncak lonjakan konversi retargeting terjadi pada bulan Mei (8,1%)-Juni (7,9%) yang melampaui periode Q4 sebesar 36%. Indonesia mengalami penurunan penginstalan non-organik sebesar 40% antara bulan Oktober 2019 (6,2%) dan Januari (3,7%). Akan tetapi, terdapat kenaikan yang lambat menjelang bulan April (4,4%) tapi kemudian meningkat cukup drastis 15% pada Mei (5,7%).
Pandemik COVID-19 secara keseluruhan telah mendorong pertumbuhan aplikasi di Asia Pasifik yang terlihat dari naiknya minat di aplikasi shopping. Biasanya digunakan para pelanggan untuk membeli produk atau sekedar ‘window shop’.
Sebelum pandemik terjadi, di Asia Pasifik terdapat pertumbuhan sebesar 28% di angka sesi in-app, antara Juli 2019 (5%) dan Desember 2019 (6,4%).
Sama halnya dengan Indonesia yang mengalami lonjakan sesi user sebesar 70% selama periode wacana pemberlakuan PSBB pada bulan Februari 2020 (5,2%) hingga Ramadan pada Mei 2020 (9,1%) yang membuat lebih banyak orang berbelanja untuk keluarga mereka. Angka ini berkurang ke 8,1% pada Juni 2020 ketika Indonesia memasuki periode PSBB transisi. (Baca juga: Darurat Covid-19, Muhammadiyah Minta DPR Menunda RUU Cipta Kerja )
Antara Juli 2019-November 2019, laporan ini juga menunjukan naiknya penginstalan aplikasi e-commerce sebesar 17% selama musim liburan di Asia Pasifik. Dengan penginstalan aplikasi shopping umum lebih diminati dibandingkan dengan aplikasi marketplace.
Lihat Juga :