Mahasiswa Diminta Baca Peluang Investasi di Era Ekonomi Digital
Kamis, 09 Juli 2026 - 22:32 WIB
loading...
Baca Peluang Investasi di Era Ekonomi Digital. Foto/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa & Pemuda Nagekeo Se-Jabodetabek (HIMAPEN).
Acara yang mengusung tema Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas ini dihadiri lebih dari 100 mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
“Dengan menghadirkan para pakar yang berpengalaman, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara industri dan akademisi dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi finansial."
Bagi PINTU, kolaborasi dengan HIMAPEN merupakan wujud dari komitmen PINTU untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi generasi muda.
Sebagai salah satu pelaku industri jasa keuangan, PINTU bertekad untuk selalu berkontribusi memberikan pemahaman yang lebih baik terkait perencanaan keuangan, investasi, dan pemanfaatan teknologi finansial untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Aster Leta, Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek pada saat memberikan sambutan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak dan menjelaskan mengenai latar belakang kegiatan ini,
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mendapatkan sebuah pemahaman terkait edukasi tentang bagaimana caranya untuk memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin besar termasuk bagaimana cara berinvestasi serta instrumen investasi apa saja yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa.” jelas Aster.
Kegiatan literasi keuangan yang menyasar mahasiswa menjadi semakin penting untuk dilakukan, mengingat investasi dalam berbagai kelas aset seperti aset kripto (crypto) dan saham saat ini didominasi oleh kalangan muda.
Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 yang dirilis oleh Indonesia Crypto Network (ICN), Coinvestasi, dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), kelompok Generasi Z dan milenial berusia 18–34 tahun merupakan pengguna aset kripto terbesar, dengan porsi mencapai 81,6% dari total pengguna.
Sementara itu, berdasarkan data Statistik Pasar Modal Indonesia yang diterbitkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), investor pasar modal di Indonesia juga didominasi oleh kelompok usia muda.
Per April 2026, investor berusia di bawah 30 tahun mencapai sekitar 55% dari total investor, disusul kelompok usia 31–40 tahun yang berkontribusi sekitar 25%. Temuan dari kedua data tersebut menunjukkan bahwa generasi muda merupakan pelaku utama di pasar investasi Indonesia.
.
Reply
More
Acara yang mengusung tema Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas ini dihadiri lebih dari 100 mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
“Dengan menghadirkan para pakar yang berpengalaman, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara industri dan akademisi dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi finansial."
Bagi PINTU, kolaborasi dengan HIMAPEN merupakan wujud dari komitmen PINTU untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi generasi muda.
Sebagai salah satu pelaku industri jasa keuangan, PINTU bertekad untuk selalu berkontribusi memberikan pemahaman yang lebih baik terkait perencanaan keuangan, investasi, dan pemanfaatan teknologi finansial untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Aster Leta, Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek pada saat memberikan sambutan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak dan menjelaskan mengenai latar belakang kegiatan ini,
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mendapatkan sebuah pemahaman terkait edukasi tentang bagaimana caranya untuk memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin besar termasuk bagaimana cara berinvestasi serta instrumen investasi apa saja yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa.” jelas Aster.
Kegiatan literasi keuangan yang menyasar mahasiswa menjadi semakin penting untuk dilakukan, mengingat investasi dalam berbagai kelas aset seperti aset kripto (crypto) dan saham saat ini didominasi oleh kalangan muda.
Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 yang dirilis oleh Indonesia Crypto Network (ICN), Coinvestasi, dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), kelompok Generasi Z dan milenial berusia 18–34 tahun merupakan pengguna aset kripto terbesar, dengan porsi mencapai 81,6% dari total pengguna.
Sementara itu, berdasarkan data Statistik Pasar Modal Indonesia yang diterbitkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), investor pasar modal di Indonesia juga didominasi oleh kelompok usia muda.
Per April 2026, investor berusia di bawah 30 tahun mencapai sekitar 55% dari total investor, disusul kelompok usia 31–40 tahun yang berkontribusi sekitar 25%. Temuan dari kedua data tersebut menunjukkan bahwa generasi muda merupakan pelaku utama di pasar investasi Indonesia.
.
Reply
More
(wbs)
Lihat Juga :