Benarkah Proyek Palapa Ring Timur Terganjal Dukungan Operator?
Senin, 21 September 2020 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Palapa Ring Timur merupakan proyek paling besar di antara dua proyek lainnya, dengan total panjang kabel serat optik darat (inland) 2.453 km dan kabel serat optik laut (submarine) membentang sejauh 4.426 km.
Selain itu, Palapa Ring Timur juga dilengkapi konstruksi 52 menara towermicrowavedan 49 unit HOP, agar dapat menjangkau 35 kabupaten/kota yang melalui 4 provinsi.
Pada tol langit paket timur ini, terdapat 9 proyek yang sedang berjalan, yaitu proyek 9 sampai proyek 17. Hingga September 2020, total utilisasi dari ke-9 proyek ini telah mencapai 14% untuk utilisasi Fiber Optic dan 45% untuk utilisasi microwave.
Rendahnya utilisasi yang dialami oleh Palapa Ring Timur saat ini memiliki beberapa kendala. Pertama, kurangnya peran penyedia layanan telekomunikasi.
Palapa Ring Timur hanyalah penyedia backbone serat optik. Namun untuk menghadirkan akses internet cepat bagi masyarakat, dibutuhkan peran operator telekomunikasi.
Sayangnya kebanyakan operator yang ada di Indonesia memiliki banyak pertimbangan sebelum masuk ke suatu area komersial baru. Misalnya jumlah populasi penduduk, potensi pengguna data, potensi ekonomi daerah, skala ekonomi masyarakat, dan nilai strategis suatu wilayah.
Selain itu, Palapa Ring Timur juga dilengkapi konstruksi 52 menara towermicrowavedan 49 unit HOP, agar dapat menjangkau 35 kabupaten/kota yang melalui 4 provinsi.
Pada tol langit paket timur ini, terdapat 9 proyek yang sedang berjalan, yaitu proyek 9 sampai proyek 17. Hingga September 2020, total utilisasi dari ke-9 proyek ini telah mencapai 14% untuk utilisasi Fiber Optic dan 45% untuk utilisasi microwave.
Rendahnya utilisasi yang dialami oleh Palapa Ring Timur saat ini memiliki beberapa kendala. Pertama, kurangnya peran penyedia layanan telekomunikasi.
Palapa Ring Timur hanyalah penyedia backbone serat optik. Namun untuk menghadirkan akses internet cepat bagi masyarakat, dibutuhkan peran operator telekomunikasi.
Sayangnya kebanyakan operator yang ada di Indonesia memiliki banyak pertimbangan sebelum masuk ke suatu area komersial baru. Misalnya jumlah populasi penduduk, potensi pengguna data, potensi ekonomi daerah, skala ekonomi masyarakat, dan nilai strategis suatu wilayah.
Lihat Juga :