Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jum'at, 05 Juni 2026 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Melalui lima pilar, AI CoE mendorong pengembangan AI secara komprehensif dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan talenta hingga implementasi solusi. AI Campus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk pengembangan talenta dan riset AI, sementara AI Playground membuka ruang eksplorasi serta pemanfaatan AI bagi developer maupun komunitas. AI Connect mempertemukan kampus, industri, komunitas, dan Telkom dalam ekosistem kolaboratif, sedangkan AI Hub mempercepat transformasi ide dan eksperimen menjadi solusi yang siap digunakan. Pada saat yang sama, AI Native mendorong penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup agar semakin cepat, cerdas, dan efisien.
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi dalam paparannya menjelaskan bahwa yang membedakan AIcosystem dari berbagai inisiatif AI lainnya adalah pendekatan fullstack AI yang dibangun dan dikembangkan secara end-to-end.
"AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform. Pendekatan ini memungkinkan solusi yang lebih aman dengan security yang berlapis, scalable, dan relevan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia. TelkomGroup siap mendukung seluruh adopsi dan kebutuhan solusi AI ke depan,” jelas Faizal.
Pendekatan fullstack tersebut mencakup tiga lapisan utama, yakni AI Infrastructure, AI Models & Platforms, serta AI Solutions & Applications. Pada sisi AI Infrastructure, Telkom menghadirkan dukungan data center, GPU, CPU, dan memory sebagai fondasi komputasi AI. Sementara pada AI Models & Platforms, Telkom mengembangkan AI platform, big data platform, data aggregator, hingga Large Language Model (LLM) yang mencakup Bahasa Indonesia. Adapun pada AI Solutions & Applications, AI TelkomGroup telah menghadirkan berbagai aplikasi dan use case yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri dan layanan publik. Hal tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis digital Telkom seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi AI yang semakin cerdas dan berbasis data.
Berbeda dengan AI yang umumnya digunakan secara individual, solusi AI TelkomGroup dikembangkan untuk fokus mendukung kebutuhan enterprise. Dengan mengutamakan data private, tata kelola dan keamanan, serta integrasi sistem bisnis, solusi AI TelkomGroup mampu menghasilkan insight dan keputusan yang lebih strategis berbasis real data serta menjamin proses asesmen keamanan sesuai standar perusahaan.
Solusi AI TelkomGroup hingga saat ini telah dimanfaatkan di berbagai sektor strategis, antara lain pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi dan migas, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur. Sejumlah institusi dan perusahaan besar telah menggunakan solusi AI TelkomGroup dalam operasional mereka. Berbagai implementasi tersebut mencakup pemanfaatan AI untuk pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, hingga infrastructure planning berbasis AI. Dalam sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom juga turut memanfaatkan AI untuk membantu guru melakukan koreksi esai secara lebih cepat dan konsisten, sehingga teknologi AI hadir sebagai pendukung peningkatan produktivitas.
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi dalam paparannya menjelaskan bahwa yang membedakan AIcosystem dari berbagai inisiatif AI lainnya adalah pendekatan fullstack AI yang dibangun dan dikembangkan secara end-to-end.
"AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform. Pendekatan ini memungkinkan solusi yang lebih aman dengan security yang berlapis, scalable, dan relevan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia. TelkomGroup siap mendukung seluruh adopsi dan kebutuhan solusi AI ke depan,” jelas Faizal.
Pendekatan fullstack tersebut mencakup tiga lapisan utama, yakni AI Infrastructure, AI Models & Platforms, serta AI Solutions & Applications. Pada sisi AI Infrastructure, Telkom menghadirkan dukungan data center, GPU, CPU, dan memory sebagai fondasi komputasi AI. Sementara pada AI Models & Platforms, Telkom mengembangkan AI platform, big data platform, data aggregator, hingga Large Language Model (LLM) yang mencakup Bahasa Indonesia. Adapun pada AI Solutions & Applications, AI TelkomGroup telah menghadirkan berbagai aplikasi dan use case yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri dan layanan publik. Hal tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis digital Telkom seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi AI yang semakin cerdas dan berbasis data.
Berbeda dengan AI yang umumnya digunakan secara individual, solusi AI TelkomGroup dikembangkan untuk fokus mendukung kebutuhan enterprise. Dengan mengutamakan data private, tata kelola dan keamanan, serta integrasi sistem bisnis, solusi AI TelkomGroup mampu menghasilkan insight dan keputusan yang lebih strategis berbasis real data serta menjamin proses asesmen keamanan sesuai standar perusahaan.
Solusi AI TelkomGroup hingga saat ini telah dimanfaatkan di berbagai sektor strategis, antara lain pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi dan migas, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur. Sejumlah institusi dan perusahaan besar telah menggunakan solusi AI TelkomGroup dalam operasional mereka. Berbagai implementasi tersebut mencakup pemanfaatan AI untuk pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, hingga infrastructure planning berbasis AI. Dalam sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom juga turut memanfaatkan AI untuk membantu guru melakukan koreksi esai secara lebih cepat dan konsisten, sehingga teknologi AI hadir sebagai pendukung peningkatan produktivitas.
Lihat Juga :