Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Jum'at, 05 Juni 2026 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Jawabnya: kecerdasan buatan (AI) dan luar angkasa. Investor ritel sangat agresif merotasi modal mereka. Mereka mengejar pertumbuhan eksponensial di instrumen lain. Euforia saham AI menguasai pasar global. Para trader yang haus volatilitas membanjiri pasar prediksi dan opsi berjangka pendek.
Likuiditas yang dulunya diam di Bitcoin, kini dialihkan untuk berspekulasi. Mereka memburu kontrak futures pre-IPO di platform desentralisasi.
Seperti di Hyperliquid dan Lighter. Mereka berlomba mengambil posisi awal. Menunggu mega-katalis: IPO SpaceX atau ronde pendanaan raksasa AI berikutnya.
Tentu saja, badai ini menyeret seluruh pasar kripto. Total kapitalisasi pasar turun 1,65 persen menjadi USD 2,17 triliun (Rp39.060 triliun). Dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) kini tersisa 58,45 persen.
Likuiditas yang dulunya diam di Bitcoin, kini dialihkan untuk berspekulasi. Mereka memburu kontrak futures pre-IPO di platform desentralisasi.
Seperti di Hyperliquid dan Lighter. Mereka berlomba mengambil posisi awal. Menunggu mega-katalis: IPO SpaceX atau ronde pendanaan raksasa AI berikutnya.
Tentu saja, badai ini menyeret seluruh pasar kripto. Total kapitalisasi pasar turun 1,65 persen menjadi USD 2,17 triliun (Rp39.060 triliun). Dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) kini tersisa 58,45 persen.
(dan)
Lihat Juga :