Samsung Akui Tak Berdaya Hadapi Gempuran Produk China

Jum'at, 15 Mei 2026 - 15:22 WIB
loading...
Samsung Akui Tak Berdaya...
Samsung AI. FOTO/ DAILY
A A A
SEOUL - Samsung Akui Tak Berdaya Hadapi Gempuran Produk China

SEOUL - Keputusan mengejutkan datang dari Samsung, yanb mengumumkan akan menghentikan penjualan TV dan peralatan rumah tangga di China daratan.

Langkah ini diambil di tengah tekanan besar dari merek lokal China yang kini mendominasi pasar elektronik konsumen di negara tersebut.

Dalam pengumuman resminya, Samsung menyebut keputusan ini diambil karena “kondisi pasar yang berubah dengan cepat.” Situs resmi Samsung China kini menampilkan pemberitahuan yang mengonfirmasi perubahan tersebut.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa layanan purna jual dan dukungan pelanggan akan tetap berjalan normal bagi konsumen yang sudah ada.

Keputusan ini tentu menjadi pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi sehingga Samsung, yang dulu menjadi pemimpin pasar, harus mundur dari salah satu pasar elektronik terbesar di dunia?

Samsung akan menghentikan penjualan lokal sejumlah produk di China, termasuk televisi, monitor, lemari es, mesin cuci, pengering, AC, penyedot debu, dan pembersih udara. Ini adalah langkah mundur yang cukup signifikan mengingat China adalah salah satu pasar konsumen terbesar global.

Meskipun menarik diri dari pasar elektronik rumah tangga, smartphone Samsung masih akan tetap tersedia di China. Namun, bisnis smartphone Samsung juga mengalami kesulitan berat melawan merek lokal China dan Apple.

Pada awal 2010-an, Samsung pernah menguasai hampir 20 persen pasar smartphone China. Kini, pangsa pasarnya dilaporkan anjlok di bawah satu persen.

Fenomena ini menunjukkan betapa brutalnya persaingan di pasar China. Merek lokal seperti Xiaomi, Huawei, Oppo, dan Vivo tidak hanya unggul dalam inovasi, tetapi juga dalam strategi harga dan loyalitas merek yang kuat dari konsumen domestik.

Menariknya, meskipun mundur dari pasar ritel, Samsung tidak sepenuhnya meninggalkan China. Operasi manufaktur Samsung di China akan terus berjalan karena perusahaan masih memproduksi perangkat di sana untuk pasar luar negeri.

Perusahaan elektronik China telah meningkatkan kualitas produk mereka dengan cepat sambil menawarkan harga yang agresif. Siklus inovasi yang lebih cepat dan loyalitas merek domestik yang kuat membuat Samsung semakin sulit bersaing di kawasan ini.

Ini bukan sekadar soal harga. Konsumen China kini memiliki preferensi kuat terhadap merek lokal. Mereka merasa bangga menggunakan produk buatan negeri sendiri. Belum lagi, merek China juga unggul dalam memahami kebutuhan spesifik pasar lokal, mulai dari fitur hingga desain yang disesuaikan dengan selera konsumen China.

Samsung, dengan pendekatan globalnya, tampak kesulitan menyaingi kecepatan adaptasi para pemain lokal. Ditambah lagi, ketegangan geopolitik antara Korea Selatan dan China dalam beberapa tahun terakhir juga turut mempengaruhi persepsi konsumen terhadap merek asal Korea.

Keputusan Samsung ini mengingatkan kita pada langkah serupa yang diambil Sharp beberapa waktu lalu. Sharp diketahui akan menghentikan pasokan panel TV LCD ke Samsung. Ini menunjukkan bahwa dinamika pasar elektronik global sedang bergeser secara dramatis
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Pemicu Samsung Berhenti...
Ini Pemicu Samsung Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Alasan Galaxy S26 Ultra...
Alasan Galaxy S26 Ultra Disebut AI Phone Paling Matang untuk Kerja Mobile di 2026
Samsung Umumkan Berhenti...
Samsung Umumkan Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Samsung Off Side Asal...
Samsung Off Side Asal Comot Gambar Dua Lipa Tanpa Izin
Sony Akan Meluncurkan...
Sony Akan Meluncurkan Ponsel Xperia 1 VIII Dua Hari Lagi
Risiko Pakai Charger...
Risiko Pakai Charger Murah Buatan China dengan Daya Tinggi
Dua Lipa Gugat Samsung...
Dua Lipa Gugat Samsung Rp260 Miliar Gara-gara Foto Dipakai di Kardus TV Tanpa Izin
Samsung Luncurkan Hearapy,...
Samsung Luncurkan Hearapy, Aplikasi untuk Mengurangi Mabuk Perjalanan
Kacamata AI Karya Mahasiswa...
Kacamata AI Karya Mahasiswa UI Bawa Indonesia ke Global Ambassador Samsung SFT 2026
Rekomendasi
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berita Terkini
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved